Dewan Pers

Dark/Light Mode

KSAD Ajak Santri Bandung Doakan Korban Kanjuruhan

Rabu, 5 Oktober 2022 19:02 WIB
KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman
KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman memimpin doa untuk para korban tragedi di Stadion Kanjuruhan saat pembukaan Liga Santri di Stadion Siliwangi, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (5/10)

Dia menyampaikan turut berduka atas tragedi yang merenggut nyawa seratusan orang tersebut.

Untuk itu ia berharap tidak ada lagi tragedi serupa yang menimpa persepakbolaan Indonesia.

Berita Terkait : Hari Ini, Jokowi Sampaikan Santunan Rp 50 Juta Untuk Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan

"Mari kita hening sejenak menyatukan doa dan mengirimkan Al Fatihah untuk para korban dan keluarga yang tertimpa musibah," kata Dudung saat menyampaikan sambutannya dikutip Antara..

Dudung meminta seluruh pihak untuk tidak saling menyalahkan dengan adanya tragedi tersebut demi menjaga persatuan dan persaudaraan.

Peristiwa itu, menurutnya merupakan momentum Indonesia untuk bangkit dan membangun persepakbolaan yang lebih baik.

Berita Terkait : Presiden Jenguk Korban Tragedi Kanjuruhan Di Malang

Sebagai rasa simpati, ia menyampaikan tidak ada pertandingan sepak bola yang diselenggarakan pada hari pembukaan kompetisi Piala Kasad Liga Santri 2022 itu.

Pembukaan Liga Santri itu juga merupakan rangkaian HUT Ke-77 TNI. Adapun Liga Santri itu diikuti oleh tim sepak bola santri dari berbagai wilayah di Tanah Air.

Menurut Dudung pembukaan Liga Santri di Stadion Siliwangi itu merupakan pembukaan bagi babak 40 besar kompetisi.

Berita Terkait : BPIP Ajak Kaltim Bumikan Pancasila Di Benua Etam

"Seluruh tim akan bertanding dan berjuang untuk menjadi finalis yang puncak pertandingan akan digelar 22 Oktober di Stadion Madya Jakarta, yang bersamaan peringatan Hari Santri Nasional," kata Dudung.

Dari kompetisi tersebut, ia berharap bibit-bibit pesepak bola profesional bisa muncul. Dia pun mengucapkan selamat kepada seluruh tim yang kini sudah bisa menginjak babak 40 besar Liga Santri.

"Karena sudah terbukti dari pemain nasional mewarnai sepak bola Indonesia merupakan hasil binaan lingkungan santri, seperti Evan Dimas, Asnawi Mangkualam, dan Nadeo Arga Winata," katanya.■