Dewan Pers

Dark/Light Mode

Dilarang Pake Ban Kapten Dukung LGBT

Denmark, Jerman Dan Inggris Ancam Perkarakan FIFA

Jumat, 25 November 2022 07:00 WIB
Harry Kane. (Foto: Getty Images).
Harry Kane. (Foto: Getty Images).

RM.id  Rakyat Merdeka - Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) dikecam tiga negara peserta Piala Dunia 2022 Qatar. Yaitu Denmark, Jerman dan Inggris. Mereka ingin memperkarakan FIFA.

Diketahui, Inggris, Jerman dan Denmark menolak keras larangan FIFA terkait penggunaan ban kapten OneLove, yang merupakan gerakan tertentu.

Gerakan OneLove yang dimaksudkan itu untuk menentang segala bentuk diskriminasi, terutama untuk kaum LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender). Jika tetap menggunakan, maka kapten tim akan otomatis dapat kartu kuning.

Berita Terkait : Santri Dukung Ganjar Bersihkan Masjid Dan Rumah Hingga Distribusi Sembako

Juru Bicara Federasi Sepakbola Jerman (DFB) Stefano Simon mengatakan, pihaknya bertekad membawa persoalan ini sampai ke ranah hukum.

“FIFA melarang kami menggunakan simbol keragaman dan hak asasi manusia. Larangan itu akan dikaitkan dengan hukuman besar-besaran (dalam sifat) sanksi olahraga tanpa mengkonkretkan apa artinya. DFB ingin mengklarifikasi apakah prosedur FIFA sebenarnya sah,” kata Simon.

Timnas Jerman sempat diprotes sponsor mereka sendiri. Yaitu REWE karena tidak berani menyuarakan keragaman dan hak asasi manusia.

Berita Terkait : Heru Apresiasi Dukungan Jepang Dan Inggris Untuk Pengembangan MRT Jakarta

“Kami mendukung keragaman. Sepak bola adalah keragaman. Perilaku skandal FIFA, bagi saya sebagai CEO dari perusahaan yang beragam serta penggemar sepak bola benar-benar tidak dapat diterima,” ucap Chief Executive Officer (CEO) REWE, Linoel Souque.

Kecaman terhadap FIFA juga datang dari Federasi Sepak Bola Denmark melalui presidennya Jesper Moller. Dia secara terang-terangan menyampaikan pihaknya akan meninggalkan keanggotaan FIFA karena larangan OneLove.

“Itu bukan keputusan yang telah dibuat sekarang. Kami sudah jelas tentang ini sejak lama. Kami telah mendiskusikannya di wilayah Nordik sejak Agustus,” ucap Jeseper kepada Athletic.

Berita Terkait : Komunitas Nelayan Pendukung Ganjar Berbagi Sembako Dan Bebersih Pesisir Pangandaran

“Saya sudah memikirkannya lagi. Saya membayangkan mungkin ada tantangan jika Denmark pergi sendiri. Tapi mari kita lihat apakah kita tidak bisa berdialog tentang berbagai hal.

“Saya harus memikirkan pertanyaan tentang bagaimana mengembalikan kepercayaan pada FIFA. Kita harus mengevaluasi apa yang telah terjadi, dan kemudian kita harus membuat strategi – juga dengan rekan-rekan Nordik kita.”

Berbagai media di Inggris mengklaim, FA siap mengikuti langkah Denmark, bersama beberapa anggota UEFA lainnya jika memang harus cabut dari keanggotaan FIFA. Inggris salah satu tim paling vokal terkait larangan ban kapten OneLove. ■