Dark/Light Mode

Bikin Heboh, Warga Turki Rayakan Lolos Ke Perempat Final Piala Eropa 2024

Kamis, 4 Juli 2024 14:17 WIB
Warga Turki merayakan keberhasilan timnya lolos ke babak 8 besar Piala Eropa 2024. (Foto : Ist)
Warga Turki merayakan keberhasilan timnya lolos ke babak 8 besar Piala Eropa 2024. (Foto : Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Para penggemar larut dalam kegembiraan setelah Timnas Turki lolos ke babak perempat final Euro 2024 usai mengalahkan Austria 2-1 di Leipzig, Rabu (3/7/2024) dini hari WIB.

Mereka menyalakan kembang api dan berselebrasi di jalan-jalan di seluruh Eropa.

Tak hanya di Ankara, Turki, pesta juga terlihat meriah di Berlin, Jerman. Ribuan suporter memadati berbagai ruas jalan di seantero kota, mengibarkan bendera Turki untuk bersuka ria atas kemenangan bersejarah tim pujaan mereka.

Polisi anti huru hara sempat turun untuk membubarkan beberapa kelompok suporter ketika perayaan semakin tak terkendali.

Baca juga : Lolos Ke Perempat Final, Der Oranye Mulai Tebar Ancaman

Perayaan juga terjadi di banyak kota lain di Jerman. Ribuan warga Turki turun ke jalan-jalan untuk meluapkan kegembiraan.

Itu memang malam yang tak terlupakan bagi para penggemar Turki. Merih Demiral mencetak gol dalam menit pertama dan mengamankan dua golnya setelah menit ke-59 untuk mengantar Turki melaju ke perempat final, untuk melawan Belanda.

Perayaan suporter Turki yang sangat meriah di Jerman tak hanya kali ini terlihat. Sebelumnya, saat mereka mengalahkan Georgia 3-1 di babak penyisihan grup, puluhan ribu penggemar berpesta pora di Dortmund. Mereka menciptakan suasana festival yang mirip di negara sendiri.

Kondisi ini membuat media-media menyebut Turki sebagai tuan rumah kedua Euro 2024, setelah Jerman.

Baca juga : Turki Terakhir Lolos, Ini Jadwal Laga Perempat Final Piala Eropa 2024

Kenapa Begitu Banyak Pendukung Timnas Turki di Jerman? Ada hampir 3 juta orang keturunan Turki tinggal di Jerman. Hubungan erat antara kedua negara tercermin di tim sepak bola Jerman dan Turki. 

Kapten Jerman Ilkay Gundogan berasal dari Turki, sedangkan gelandang Turki Salih Ozcan lahir di Cologne dan bermain untuk Borussia Dortmund.

Jumlah imigran Turki di Jerman diperkirakan mencapai 3,7 persen dari total jumlah penduduk Jerman. Kehadiran mereka tak lepas dari program Gastarbeiter (pekerja tamu) pada tahun 1960 dan 1970-an.

Pada tahun 1961, di tengah ledakan ekonomi yang mengakibatkan kekurangan tenaga kerja yang signifikan, Jerman menandatangani perjanjian bilateral dengan Turki yang mengizinkan perusahaan Jerman merekrut pekerja asal Turki.

Baca juga : Gusur Amerika, Panama Lolos Ke Perempat Final

Perjanjian tersebut berlaku selama 12 tahun, di mana sekitar 650.000 pekerja datang dari Turki ke Jerman. Banyak juga yang membawa serta pasangan dan anak-anaknya.

Kini, ketika Euro 2024 berlangsung, ikatan emosional dengan tanah leluhur mendorong mereka memanfaatkan kesempatan untuk mendukung Timnas Turki.

Erdem Sakinc, pelajar berusia 21 tahun dari Ankara yang belajar di Jerman, merasakan suasana yang luar biasa itu.

“Ini merupakan hal besar bagi kami dan sangat menyenangkan berada di Jerman untuk turnamen ini, dan bergabung dengan komunitas Turki di sini. Kami adalah tuan rumah kedua,” kata dia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.