Dark/Light Mode

IMORI Kecam Keras Pengeroyokan dan Penangkapan Suporter Indonesia di Malaysia

Jumat, 22 Nopember 2019 19:15 WIB
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Ikatan Mahasiswa Olahraga Indonesia (DPP IMORI) Fadly Idris (kiri) bersama Menpora Zainudin Amali (tengah). (Foto: Istimewa)
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Ikatan Mahasiswa Olahraga Indonesia (DPP IMORI) Fadly Idris (kiri) bersama Menpora Zainudin Amali (tengah). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Ikatan Mahasiswa Olahraga Indonesia (DPP IMORI) Fadly Idris mengecam keras pengeroyokan dan penangkapan suporter Indonesia.

Hal itu terjadi pasca bentrok antar-suporter usai laga Malaysia Vs Timnas Indonesia pada laga Kualifikasi Grup G Piala Dunia 2022 zona Asia di Stadion Bukit Jalil, Selasa (19/11) lalu.

Berita Terkait : PSSI Kecam Aksi Pengeroyokan Suporter Indonesia oleh Fans Malaysia

Buntutnya, suporter Indonesia ditahan usai duel yang dimenangi tuan rumah dengan skor 2-0. Suporter Indonesia datang untuk mendukung timnas, bukan menjadi teroris yang dituduhkan pihak keamanan Malaysia," ujar Fadly.

Menurut Fadly, tidak wajar menjadikan status sindir menyindir di media sosial dijadikan bukti terkait hal besar seperti terorisme. Apalagi keamanan stadion di Malaysia sangat ketat jika berhadapan dengan Indonesia.

Berita Terkait : Berikut Imbauan Untuk Suporter Jelang Laga Malaysia Vs Timnas Indonesia

Sangat tidak wajar jika tuduhan terorisme diamanatkan pada suporter yang notabene murni untuk mendukung negara tercinta mereka. Pihak kepolisian Malaysia harus bijak melihat situasi ini," tambah Fadly.

Ia menambahkan pihak pemerintah Indonesia harus segera mendampingi suporter yang ditahan serta akan menggelar aksi di kedutaan Malaysia jika ada kejanggalan penahanan terhadap suporter Indonesia.

Berita Terkait : Yanto Basna Siap Menangkan Timnas Indonesia Lawan Malaysia

"KBRI, PSSI dan Kemenpora RI harus segera menanggapi kasus ini, karena ini mengenai citra Indonesia di mata sepak bola dunia. IMORI siap mengawal dan menggelar aksi jika diperlukan demi sepak bola Indonesia," tuturnya.[WUR]