Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Kesabaran Tim Formula Satu (F1) Red Bull terhadap pebalap pendatang baru atau rookie Liam Lawson hanya sampai dua balapan. Performa jeblok sang pebalap membuatnya tersingkir dan digantikan.
Diketahui, Lawson dipromosikan ke tim senior setelah mengikuti enam balapan terakhir tahun lalu untuk Racing Bulls.
Pebalap asal Selandia Baru itu didapuk jadi pengganti Daniel Ricciardo. Musim 2025, Red Bull mempromosikannya dari Racing Bull untuk mengisi kursi Sergio Perez.
Namun, cuma bertahan dua balapan, Lawson tersingkir. Itu karena dia hanya finish ke-18 di balapan perdana musim 2025, Grand Prix (GP) Australia.
Baca juga : Prediksi Norris: Red Bull Dan Ferrari Bakal Ngegas
Di balapan berikutnya, GP China, Lawson hanya finish ke-12. Itu pun karena tiga pebalap di depannya didiskualifikasi. Karena hasil-hasil itu, manajemen Red Bull mengambil keputusan cepat jelang GP Jepang yang rangkaiannya dimulai pekan depan.
Red Bull memilih menukar posisi Lawson dengan pebalap Racing Bull Yuki Tsunoda. Kepala Tim atau Team Principal Red Bull Christian Horner menyebut, keputusan mereka menukar dua pebalap itu karena pengalaman yang dimiliki Tsunoda.
Dia bilang, Lawson mengalami kesulitan untuk beradaptasi dengan mobil Red Bull musim ini, RB 21. “Sebagai hasilnya, kami secara kolektif mengambil keputusan untuk melakukan pergantian lebih awal,” kata Horner, dilansir Motorsport, Kamis (27/3/2025).
Dia mengatakan, timnya memasuki musim 2025 dengan dua ambisi untuk mempertahankan gelar juara dunia pebalap yang dipegang Max Verstappen, dan merebut kembali gelar juara dunia konstruktor.
Baca juga : Checo Akhirnya Ditendang
Kata dia, keputusan menukar Lawson dengan Tsunoda murni karena faktor olahraga. Horner menambahkan, timnya menyadari bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan dengan RB21.
Menurutnya, pengalaman Tsunoda akan sangat bermanfaat dalam membantu mengembangkan mobil saat ini. “Kami menyambutnya di tim dan tidak sabar untuk melihatnya berada di balik kemudi RB21,” ucapnya.
Lebih lanjut, pria asal Inggris itu menegaskan, pihaknya memiliki kewajiban untuk melindungi dan mengembangkan Lawson dan Tsunoda bersama-sama.
Mereka memandang, setelah awal yang sulit, masuk akal untuk bertindak cepat agar Lawson bisa memperoleh pengalaman. “Racing Bull adalah lingkungan dan tim yang dia kenal dengan baik,” katanya.
Baca juga : Tok! Hakim Vonis Kusumayati 14 Bulan Penjara
Sebelum musim dimulai, Tsunoda adalah pebalap yang disebut akan mengisi posisi Perez. Namun secara mengejutkan, Red Bull malah memilih Lawson.
Kini, prediksi itu jadi kenyataan. Penggemar dan pengamat F1 menantikan kiprah Tsunoda di tim utama pada GP Jepang.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya