Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Pendemi Covid-19 benar-benar mempengaruhi ajang Olimpiade. Setelah diundur setahun, kini pesta olahraga sejagat itu dipastikan tidak akan dibuat megah, melainkan sederhana.
CEO Olimpiade Tokyo 2020 Toshiro Muto mengatakan pendemi Covid-19 mempengaruhi ekonomi Jepang. Pihaknya akan melakukan penghematan dengan mengurangi biaya.
Baca juga : Juventus vs AC Milan, Higuain Dihantam Cedera Paha
"Olimpiade tidak akan menjadi pagelaran yang megah tetapi akan menjadi acara yang sederhana," kata Toshiro seperti dikutip Reuters, Kamis (11/6).
Namun Muto tidak bisa mengambil keputusan sendiri. Dia perlu koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan Olimpiade Tokyo.
Baca juga : Oktober, Nasib Olimpiade Tokyo Ditentukan
"Untuk menyederhanakan Olimpiade, kita perlu meninjau dan memahami federasi internasional, NOC, pihak penyiar, dan mitra lainnya. Para pemangku kepentingan ini harus kompak untuk memastikan rencana penyederhanaan ini bisa berjalan lancar," tutur Muto.
Muto mengatakan, panitia Olimpiade Tokyo 2020 masih menganalisis berapa biaya yang harus ditanggung Jepang akibat penundaan ini. [IPL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya