Click Here

Dark/Light Mode

Presiden Madura United Luncurkan Buku Memoar Sepakbola

Kamis, 15 Oktober 2020 21:12 WIB
Buku Memoar Sepakbola karya Achsanul Qosasi. (Foto: Istimewa)
Buku Memoar Sepakbola karya Achsanul Qosasi. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Madura United FC Achsanul Qosasi meluncurkan buku seputar memoar sepakbola, sejak berkiprah dari tahun 1999. Buku spesial itu berjudul: Achsanul Qosasi: 10.01 Cerita Bola: dari Madura, Moscow Hingga Liverpool.

Ia mengatakan buku ini menceritakan perjalanan dirinya di dunia sepakbola, detail dan disampaikan dengan dukungan foto-foto.

Buku setebal 120 halaman, menurut AQ, sapaan akrab Achsanul Qosasi ini dikemas indah dan full color. Perpaduan design, foto dan naskah itu bercerita tentang betapa cintanya AQ pada sepakbola.

Berita Terkait : Teken CMA, 3 Bank BUMN Syariah Sepakat Merger

Saking cintanya, dia menyebut sepakbola adalah istri keduanya.  "Gue bisa gila kalau tidak mengurus bola," itu kata-katanya yang lain yang menyiratkan diri pria multi talenta itu tak bisa dipisahkan dari sepakbola. 

AQ memulainya dari klub kecil, PS Merpati, lalu PSJS Jakarta Selatan, Asprov PSSI DKI hingga menjadi petinggi di PSSI sampai akhirnya punya klub profesional, Madura United.

Di tangan AQ, Madura United jadi mentereng, ikon lain bumi Madura selain garam, santri, karapan sapi atau pondok pesantren. Di buku ini juga dijelaskan soal bintang-bintang yang datang silih berganti ke Madura.

Berita Terkait : Panasonic Luncurin 4 Produk Sirkulasi Udara Pencegah Corona

Bahkan, sejak 2012, puluhan pemain asing dari lima benua pernah singgah di Madura. Karena bertabur bintang-bintang itu, Madura United sempat di juluki Los Galacticos-nya Indonesia.

Satu lagi: soal anaknya, Annisa Dzafarina, yang disebut-sebut sebagai titisan. Nisa, putri tunggal AQ itu baru saja lulus dari UEFA Certificate Course dan itu kebanggaan buat Nisa, yang juga Chief Operating Officer (COO) Madura United itu. "Sampai gak sadar, buku ini juga menyebut kami adalah football family," kata AQ.

Buku ini juga memuat sederet testimoni, antara lain dari Gregorius Nwokolo, Haruna Soemitro, Slamet Nurcahyo hingga Rahmad Darmawan dan Habib Zia Ulhaq. [WUR]