Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - AC Milan mampu membawa pulang tiga poin dari lawatannya ke markas Celtic dalam matchday pertama Grup H Liga Europa musim 2020-21. Pertandingan yang digelar di Stadion Celtic Park, Glasgow, Jumat (23/10) dini hari WIB itu berakhir dengan skor 3-1 (2-0) untuk kemenangan Milan.
Rossoneri unggul dua gol lebih dulu pada babak pertama. Kedua gol itu dicetak oleh Rade Krunic (14’) dan Brahim Diaz (42’). Satu gol tambahan AC Milan dicetak oleh Jens Petter Hauge pada pengujung babak kedua, tepatnya menit ke-90+2. sementara itu, gol Celtic disumbangkan oleh Mohamed elyounoussi pada menit ke-76.
Bagi AC Milan, kemenangan ini memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka sejak Juni 2020, atau ketika kompetisi kembali bergulir di tengah pandemi Corona. Dari 21 kemenangan tersebut, tujuh di antaranya tercipta pada musim 2020-2021. Terakhir kali mereka menelan kekalahan dalam laga resmi saat berhadapan dengan Genoa pada 8 Maret 2020.
Baca juga : Celtic Vs AC Milan : Skuadnya Dibocorin, Lennon Pun Puyeng...
Pelatih AC Milan, Stefano Pioli menyebut, timnya bukanlah tim normal. “Sangat penting membuktikan bahwa kami bukanlah tim yang normal. Tim yang normal biasanya sudah kehilangan motivasi setelah memenangi laga sekelas derby Milan,” ujarnya kepada Football Italia.
Kini AC Milan membuktikan bahwa menjalani laga demi laga dengan tren tak terkalahkan dan ingin terus menang. “Tak ada rahasia kesuksesan. Kami hanya memiliki tujuan yang sama saat ini,” ungkap Pioli.
Meski begitu, lanjutnya, tantangan akan makin berat. “Hasil bagus tentu menambah rasa percaya diri. namun kami sadar, momen-momen sulit akan datang dan kami harus bekerja dengan cara kami sendiri untuk mengatasinya,” sambungnya.
Baca juga : Partai Baru Amien Rais Diramal Sulit Berkembang
Sementara pelatih Celtic, Neil Lennon berharap, timnya bisa mengambil pelajaran setelah kalah dari AC Milan. “Kami pantas mendapatkan sesuatu dari pertandingan melawan tim yang sangat bagus (AC Milan),” ujarnya.
Lennon beralasan, kurangnya opsi lini di depan membuat timnya gagal meraih hasil yang lebih baik melawan AC Milan. Celtic sebenarnya lebih banyak memiliki peluang mencetak gol, mengingat Celtic berhasil melepaskan 13 tendangan.
“Kami lebih seperti diri kami sendiri di babak kedua, tapi kami hanya kekurangan ujung tombak saja. Kami memulai permainan dengan cukup baik tetapi kami memberikan gol yang mudah,” tandasnya. [OSP]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya