Click Here

Dark/Light Mode

Jelang Olimpiade Tokyo

Presiden NOC Indonesia Ingatkan Federasi Terus Pantau Kesehatan Atlet

Jumat, 2 Juli 2021 16:38 WIB
Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari. (Foyo: Istimewa)
Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari. (Foyo: Istimewa)

 Sebelumnya 
Aturan karantina yang berlaku di Grup II adalah atlet dan official wajib tes selama tiga hari beruntun sebelum berangkat ke Jepang. Saat tiba, kontingen diwajibkan membatasi kontak fisik dengan delegasi dari negara lain. Ini juga berlaku untuk tim yang datang lebih dulu untuk aklamatisasi.

Berita Terkait : Mendagri Perintahkan Pemda Percepat Pencairan Insentif Tenaga Kesehatan

Sementara saat penyelenggaraan, semua yang terlibat akan dilakukan tes saliva selama tiga hari pertama sejak kedatangan di Jepang. Setelahnya TOCOG juga memberlakukan tes rutin dengan durasi ditentukan sesuai dengan perannya masing-masing.

Berita Terkait : Cegah Pandemi Berikutnya, Indonesia Luncurkan Program Ketahanan Kesehatan Global

Ferry menjelaskan, saat ini belum ada perubahan terkait jadwal keberangkatan Kontingen Indonesia ke Tokyo. Keberangkatan terbagi menjadi 5 kloter. Pertama, tim bulu tangkis yang menjalani training camp di Kumamoto pada 8 Juli, dilanjutkan advance team (15 Juli).

Berita Terkait : Jelang KBM Tatap Muka, FKG Usakti Ingatkan Sekolah Terapkan Prokes Ketat

“Terpenting, kami ingin membuat Kontingen Indonesia sudah aman saat masuk Tokyo dan berada di sana sehingga kita bisa memberikan kenyamanan bagi semuanya, baik masyarakat lokal dan seluruh pihak yang berparitisipasi di Olimpiade Tokyo," ujar Ferry. [WUR]