Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kalah Jam Terbang, Tim Uber Merah Putih Terhenti Di Babak Perempat Final
Jumat, 15 Oktober 2021 07:51 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Tim Uber Tim bulutangkis putri Indonesia tidak mampu merebut tiket ke semifinal perebutan Piala Uber 2020. Meski begitu, skuad Merah-Putih telah berjuang hebat dan layak mendapat ucapan terima kasih.
Kegagalan Ester Nurumi Tri Wardoyo mengatasi permainan Pithayaporn Chaiwan, mengantarkan Indonesia kalah 2-3 melawan Thailand. Ester menyerah kalah dengan skor 23-25, 8-21 dalam laga yang berlangsung di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Jumat (15/10) dini hari.
Meskipun gagal, anggota tim Uber Indonesia yang tidak bertanding tetap memberikan dukungan kepada Ester. Dari bangku penonton, Greysia Polii dkk., terus memberikan tambahan semangat.
Baca juga : Piala Uber 2020: Kalah, Putri Dapat Pengalaman Berharga
Mereka bertepuk tangan untuk perjuangan Ester. "Tidak mengapa gagal kali ini. Terus semangat untuk tahun mendatang," kata Greysia, menyemangati kepada Ester dan juga junior-juniornya.
Ester sendiri menyebut lega karena tetap mendapat dukungan teman-temannya, walaupun dirinya kalah dan tidak mampu mengantarkan tim Uber Indonesia ke semifinal. "Saya lega dan rasanya bisa lebih tenang karena dukungan teman-teman," ujarnya.
Karena kegagalan tersebut, Ester terus terang merasa kecewa karena tidak mampu menuntaskan tugas. Dia pun meminta maaf. "Kecewa juga saya karena kalah dan tidak bisa menang di partai penentuan. Saya mohon maaf atas kekalahan saya," kata Ester setelah sampai di Hotel Scandic, Aarhus.
Baca juga : Gagal Sumbang Angka Di Perempat Final, Gregor: Maaf Saya Gagal
Menceritakan mengapa dirinya gagal, terutama saat memimpin perolehan angka di posisi setting pada gim pertama, Ester mengaku kurang tenang. Dia juga buru-buru untuk segera mengakhiri pertandingan.
"Karena buru-buru, saya jadi kurang tenang. Maunya ingin cepat-cepat mematikan permainan lawan. Akhirnya malah membuat kesalahan. Beberapa kali permainan neting saya tak sampai," sebut Ester.
Menurut pelatih tunggal putri Herli Djaenudin, kegagalan Ester di partai penentuan tidak lain karena faktor jam terbang. Dengan pengalaman pertandingan internasional yang terbatas dan tampil di Piala Uber ini juga merupakan debut Ester, wajar kematangannya belum didapat.
Baca juga : Cedera, Pupus Harapan Dini Sumbangkan Poin
"Semua juga karena jam terbang Ester yang minim. Jadi belum memiliki pengalaman yang banyak untuk menghadapi di poin-poin kritis," aku Herli. [WUR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya