Dark/Light Mode

Kemenhut: Kebakaran Hutan Jadi Penyebab Utama Deforestasi

Senin, 24 Maret 2025 15:48 WIB

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyampaikan bahwa kebakaran hutan masih menjadi faktor utama penyebab deforestasi di Indonesia. Berdasarkan pemantauan sepanjang 2024, deforestasi bruto tercatat mencapai 216.200 hektare (ha). Sementara itu, upaya reforestasi yang telah dilakukan baru mencakup 40.800 ha, sehingga deforestasi neto tahun lalu mencapai 175.400 ha.

"Sebagian besar deforestasi ini disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan, sekitar 10 persen dari total deforestasi. Selain itu, perambahan hutan dan aktivitas illegal logging juga menjadi faktor utama hilangnya tutupan hutan," ujar Direktur Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan Kemenhut, Agus Budi Santosa, dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Kehutanan, Jakarta, Senin (24/3/2025).

Menurut Agus, tren deforestasi pada 2024 menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Namun, laju deforestasi ini masih lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata dalam satu dekade terakhir. Mayoritas deforestasi bruto terjadi di hutan sekunder dengan luas mencapai 200.600 ha atau 92,8 persen dari total deforestasi. Dari jumlah tersebut, 69,3 persen terjadi di dalam kawasan hutan, sementara sisanya berada di luar kawasan hutan.

Untuk menekan angka deforestasi, Kemenhut terus mengupayakan program reforestasi melalui rehabilitasi hutan dan lahan dengan total luas 217.900 ha. Dari angka tersebut, 71.300 ha berada di dalam kawasan hutan, sedangkan 146.600 ha berada di luar kawasan hutan. Pendanaan program ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun sumber lainnya di luar APBN.

Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, rata-rata rehabilitasi hutan dan lahan mencapai 230.000 ha per tahun. Upaya ini diharapkan dapat memperlambat laju deforestasi serta meningkatkan luas tutupan hutan, baik dalam bentuk hutan sekunder maupun kawasan agroforestri.

Sebagai perbandingan, data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menunjukkan bahwa pada periode 2021-2022, deforestasi neto mencapai 104.000 ha. Angka tersebut berasal dari deforestasi bruto sebesar 119.400 ha yang dikurangi reforestasi seluas 15.400 ha. Deforestasi terbesar terjadi di hutan sekunder, dengan luas mencapai 105.200 ha, di mana 71,3 persen atau sekitar 75.000 ha berada di dalam kawasan hutan, sedangkan sisanya, yakni 28,7 persen atau 30.200 ha, berada di luar kawasan hutan.

 

Videografer & Editor:

Hendrawan K Wijaya