Dark/Light Mode

Kementerian Kehutanan Tegaskan Komitmen FOLU Net Sink 2030, Apresiasi Kontribusi Jurnalis

Rabu, 18 Juni 2025 20:04 WIB

Pemerintah melalui Kementerian Kehutanan kembali menegaskan komitmennya untuk mencapai target Forestry and Other Land Uses (FOLU) Net Sink 2030, yakni kondisi ketika sektor kehutanan dan penggunaan lahan mampu menyerap lebih banyak emisi karbon dibanding yang dilepaskan.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan, Dr. Ir. Mahfudz, M.P., dalam sambutannya pada penutupan Journalist Workshop on Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 yang digelar pada Selasa, 17 Juni 2025, di Jakarta.

“FOLU Net Sink 2030 dibangun dengan basis spasial dan penentuan lokus aksi mitigasi, dengan target pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar minus 140 juta ton CO₂e pada tahun 2030,” jelas Mahfudz. Ia menegaskan bahwa target ini merupakan bagian penting dari kontribusi Indonesia dalam upaya pengendalian perubahan iklim global.

Mahfudz menjelaskan bahwa upaya pencapaian target tersebut meliputi pengurangan deforestasi dan degradasi hutan, peningkatan tutupan kanopi serta fungsi hutan, dan pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan hutan secara berkelanjutan.

Ia juga menyoroti pentingnya peran media dalam keberhasilan program ini. “Kementerian Kehutanan tidak bisa bekerja sendiri. Peran jurnalis sangat penting dalam menyebarluaskan informasi yang kredibel serta mendorong perubahan perilaku publik,” ujarnya.

Senada dengan itu, Penasehat Senior Tim Kerja FOLU Net Sink, Agus Justianto, menyebutkan bahwa keberhasilan agenda FOLU Net Sink 2030 tak hanya bergantung pada kebijakan atau dukungan teknis, tetapi juga pada pemahaman publik yang luas.

“Rekan-rekan jurnalis adalah jembatan antara kompleksitas kebijakan dan pemahaman masyarakat. Melalui narasi yang kuat dan akurat, media dapat mengangkat cerita inspiratif dari lapangan dan membangkitkan kesadaran publik untuk ikut terlibat dalam aksi iklim,” kata Agus.

Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Krisdianto, dalam laporannya menyampaikan bahwa workshop ini diikuti oleh 22 jurnalis nasional terpilih, dan berlangsung selama dua hari, 16–17 Mei 2025. Rangkaian kegiatan mencakup sesi diskusi serta kunjungan lapangan ke Persemaian Rumpin di Bogor, dengan tujuan memperkuat pemahaman para jurnalis mengenai isu FOLU Net Sink 2030 dan mendorong lahirnya karya jurnalistik yang konstruktif dan berbasis solusi.

Setelah workshop, Kemenhut memantau pemberitaan media selama sebulan dan mencatat lebih dari 100 artikel yang mengangkat isu FOLU secara positif.

Sebagai bentuk apresiasi, Kemenhut memberikan penghargaan kepada dua jurnalis yang dinilai paling aktif: Hendrawan dari Rakyat Merdeka dan Anang Purwanto dari MNC Trijaya.

“Penghargaan ini adalah bentuk terima kasih kami atas dedikasi rekan-rekan media yang telah konsisten mengangkat isu kehutanan dan perubahan iklim secara positif,” ujar Krisdianto.

Penghargaan berupa sepeda listrik disponsori oleh Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) dan APP Group.

“Sepeda listrik ini menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan karena menggunakan energi non-fosil. Kami berharap dukungan dari aktor non-negara seperti ini dapat menjadi pemicu semangat bagi jurnalis untuk terus menghasilkan karya terbaik tentang FOLU Net Sink 2030,” kata Deputy Director APP Group, Iwan Setiawan.

Iwan menambahkan, workshop ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, media, dan pelaku usaha dalam menjaga hutan, mengurangi emisi, dan mewujudkan Indonesia yang lebih berkelanjutan.

 

Video: Humas Kemenhut

Editor: Hendrawan K Wijaya