RM.id Rakyat Merdeka - Konsistensi dan disiplin akhirnya membuahkan hasil manis bagi Febby Rastanty. Dalam tiga tahun terakhir, aktris berusia 30 tahun itu sukses menuntaskan berbagai ajang lari bergengsi dan mengoleksi tiga medali World Marathon Majors.
Pencapaian tersebut berawal dari alasan sederhana: memilih olahraga yang paling fleksibel di tengah jadwal syuting yang padat dan tak menentu.
Di balik kesibukan itu, Febby menemukan kebebasan lewat lari. Berbeda dengan olahraga beregu yang membutuhkan partner dan penyesuaian waktu. Sedangkan lari bisa dilakukannya kapan saja.
“Kalau lari, jam berapa pun dan di mana pun aku bisa,” ujar Febby usai mengikuti Head and Shoulders Super Cool Run 2026 di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.
Menurutnya, berlari hanya membutuhkan sepatu dan pakaian olahraga. Berbeda dengan padel yang harus memiliki lawan main dan membutuhkan empat orang.
Baca juga : Kondisi Febrie Di Rutan KPK: Sarapan Bareng Tahanan Lain, Menunya Nasi, Bihun & Telor
“Aku paling susah komit sama orang lain soal waktu karena kerjaanku nggak kayak orang kantoran,” katanya.
Fleksibilitas itulah yang membuat kebiasaan berlari berubah menjadi passion. Bagi Febby, berlari sendirian bukan sesuatu yang sepi, melainkan waktu terbaik menikmati me time.
Sambil mendengarkan musik atau podcast, ia bisa me-reset pikiran sekaligus mengisi kembali energinya.
Meski sudah gemar jogging sejak kuliah, keseriusannya menekuni marathon baru dimulai pada 2023. Sang suami, Drajad Djumantara, menjadi sosok yang pertama kali mengajaknya mengikuti ajang lari.
Tiga medali marathon kelas dunia sudah diraihnya. Tapi ini bukan akhir perjalanan Febby. Sang artis langsung menjalani program latihan menuju Marathon, Australia, yang akan digelar akhir Agustus depan.
Baca juga : Prabowo-Jokowi-SBY Duduk Berdampingan
Ajang lari 10 kilometer di GBK pun dijadikannya bagian dari persiapan.
“Tetap ada persiapan. Setiap race aku berusaha memberikan yang terbaik. Nggak maksa, tapi tetap ingin tampil maksimal karena ini bagian dari latihan menuju Sydney Marathon,” tuturnya.
Ia menyadari, marathon membutuhkan persiapan matang. Tak hanya meningkatkan jarak tempuh, tetapi juga mengatur nutrisi, mencegah cedera, hingga beradaptasi dengan cuaca Sydney yang berbeda jauh dengan Jakarta.
Menariknya, perhatian Febby terhadap performa juga mencakup kesehatan rambut dan kulit kepala.
“Kalau lagi bad hair day pasti ngaruh ke mood dan lari aku,” ujarnya sambil tersenyum.
Baca juga : Terjadi Di Beberapa Daerah, Main Hakim Sendiri Jangan Diteruskan
Karena itu, ia selalu menjaga kesehatan kulit kepala agar terhindar dari ketombe, terutama saat aktivitas padat.
“Jadi harus tetap dijaga,” katanya.
Bagi Febby, konsistensi menjalani langkah-langkah kecil telah membawanya melintasi garis finis di berbagai belahan dunia.
“Lari itu yang paling cocok sama keseharianku. Bisa dilakukan kapan saja, sendiri, dan selalu jadi waktu untuk recharge diri,” tutupnya. MER/TAR
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 16, edisi Rabu, 29 Juli 2026 dengan judul "Febby Rastanty, Koleksi 3 Medali Marathon Dunia"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.