Sebelumnya
Bagaimana Anda melihat langkah Pemerintah membangun Universitas Republik Indonesia (URI)?
Kami menghormati setiap upaya Pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Apakah sudah ada pembahasan dengan Komisi X DPR?
Hingga saat ini kami belum pernah menerima penjelasan maupun membahas secara resmi rencana pembentukan URI oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Baca juga : Feriyansyah: Khawatir Bakal Ganggu Anggaran Pendidikan
Jadi, belum ada informasi mengenai maksud dan tujuan pembentukan URI ini?
Benar. Oleh karena itu, kami masih perlu melihat secara utuh konsep, tujuan, dasar hukum, tata kelola, serta skema pendanaannya sebelum memberikan penilaian lebih lanjut.
Di tengah banyaknya kampus negeri maupun kampus kedinasan yang sudah ada, apakah pendirian URI merupakan langkah yang tepat atau justru berisiko tumpang tindih?
Hal tersebut tentu perlu dikaji secara mendalam. Pemerintah perlu memastikan URI memiliki mandat yang jelas dan tidak menimbulkan tumpang tindih dengan fungsi perguruan tinggi maupun lembaga pendidikan kedinasan yang telah ada. Kehadiran institusi baru harus mampu mengisi kebutuhan yang belum terpenuhi, bukan justru menambah fragmentasi dalam sistem pendidikan nasional.
Baca juga : Pemerintah Diminta Utamakan Revitalisasi Sarana Pendidikan
URI dirancang mengintegrasikan jenjang pendidikan dari SD, SMP, SMA, perguruan tinggi, hingga Lembaga Administrasi Negara (LAN). Menurut Anda, apa tantangan terbesar dari kebijakan ini?
Tantangan terbesarnya adalah memastikan integrasi lintas jenjang dan lintas kelembagaan dapat berjalan secara efektif tanpa mengganggu tata kelola yang sudah ada. Selain itu, perlu ada kejelasan mengenai kurikulum, mekanisme koordinasi antarlembaga, serta jaminan bahwa kebijakan ini benar-benar memberikan nilai tambah bagi peningkatan kualitas pendidikan dan kepemimpinan nasional.
Konsep URI disebut untuk mencetak para pemimpin pemerintahan dan industri seperti di Prancis. Apakah konsep tersebut dapat diterapkan di Indonesia?
Setiap negara memiliki konteks sejarah, sistem pendidikan, dan kebutuhan sumber daya manusia yang berbeda. Inspirasi dari praktik baik negara lain tentu dapat dipelajari, tetapi penerapannya harus disesuaikan dengan kebutuhan serta kerangka hukum di Indonesia. Yang terpenting adalah memastikan konsep tersebut relevan, memiliki landasan yang kuat, serta dirumuskan melalui pembahasan yang terbuka dan melibatkan para pemangku kepentingan terkait. NNM
Baca juga : Indonesia Siap Berdiri Di Atas Kaki Sendiri
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Selasa, 28 Juli 2026 dengan judul "Menyoal Pembentukan URI (Universitas Republik Indonesia), Lalu Hadrian Irfani: Masih Perlu Melihat Konsepnya Secara Utuh"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.