RM.id Rakyat Merdeka - Transaksi digital terus mengalami kenaikan di Tanah Air. Tahun ini diprediksi mencapai Rp 3.429 triliun. Hal ini akan memberikan dampak positif untuk perekonomian.
Pemerintah terus menggenjot pengembangan ekonomi dan keuangan digital. Hal ini sebagai komitmen Pemerintah mewujudkan percepatan digital yang juga menjadi bagian dari realisasi agenda prioritas G20.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, transaksi digital di Indonesia diperkirakan mencapai 220 miliar dolar AS atau Rp 3.429 triliun pada tahun ini.
Baca juga : Joss, Penumpang Internasional Di Bandara AP II Tembus 1 Juta Orang Per Bulan
“Di Indonesia, pertumbuhannya diproyeksikan mencapai 250 miliar dolar AS pada 2023. Namun ternyata (proyeksi) itu ditarik ke depan. Tahun ini diperkirakan sudah menembus 220 miliar dolar AS,” ungkap Airlangga dalam Rakornas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) 2022, di Jakarta, kemarin.
Ketua Umum Partai Golkar ini mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) mendukung percepatan transformasi digital.
Sejauh ini, papar Airlangga, digitalisasi di daerah telah berkontribusi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga 11,1 persen per tahun.
Baca juga : Usia Kerja Diramal Bisa Tembus 201 Juta Orang
“Peningkatan PAD rata-rata hingga 14 persen di 9 daerah pelaksanaan pilot project elektronifikasi transaksi Pemerintah (ETP) Daerah,” tuturnya.
Airlangga menegaskan, transformasi digital akan terus digeber. Karena Indonesia akan memegang posisi keketuaan ASEAN pada tahun depan. Pemerintah mendorong Digital Economy Framework Agreement disepakati tahun depan.
“Negara lain ingin Digital Economy Framework Agreement (disepakati) 2025, tapi kita berhasil menarik ke 2023. Karena digitalisasi itu cepat, maka dalam keketuaan ASEAN kita akan ambil alih,” jelasnya.
Baca juga : Yuk Nikmati Piala Dunia, Tinggalkan Dulu Gaduh Politik Dan Prediksi Resesi
Dia mengapresiasi kerja sama cross border payment antara bank sentral ASEAN. Sehingga QRIS dapat digunakan di Thailand, Malaysia, Singapura, dan Filipina.
“Kalau QRIS bisa dipakai di regional, kebutuhan terhadap dolar AS akan menurun. Hal ini akan memperkuat cadangan devisa kita,” ucapnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.