BREAKING NEWS
 

Masyarakat Mulai Tinggalkan Uang Kertas Dan Logam

Transaksi Pake Ponsel Tembus Ribuan Triliun

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : FAZRY
Rabu, 7 Desember 2022 06:30 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Pengarah Satuan Tugas P2DD dalam Rakornas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) 2022 di Jakarta, Selasa (6/12). (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian).

 Sebelumnya 
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan, banyak masyarakat Indonesia lebih senang melakukan tran­saksi secara digital. Uang kartal yang masih berlaku saat ini, baik uang kertas dan logam mulai ditinggalkan.

Perry menuturkan, pandemi Covid-19 membuat masyarakat Indonesia mulai terbiasa melakukan transaksi secara digi­tal. Transaksi digital melalui handphone meningkat drastis.

“Semua transaksi dengan handphone naik menjadi Rp 67 ribu triliun. Bahkan, uang elek­tronik mencapai Rp 508 triliun,” ungkapnya.

Baca juga : Joss, Penumpang Internasional Di Bandara AP II Tembus 1 Juta Orang Per Bulan

Perkembangan transaksi e-commerce di Indonesia, lanjut Perry, juga meningkat sejak pandemi Covid-19. Pertum­buhan transaksi e-commerce diperkirakan akan meningkat Rp 572 triliun.

BImengklaim digitalisasi di Indonesia saat ini tak lepas dari dukungan para stakeholder, mulai dari dukungan Pemerin­tah Daerah, Pemerintah Pusat, hingga otoritas terkait lainnya.

“Digitalisasi ekonomi keuangan di daerah semakin pesat. Indonesia termasuk salah satu negara yang tercepat melakukan digitalisasi ekonomi dan keuangan,” jelas Perry.

Baca juga : Usia Kerja Diramal Bisa Tembus 201 Juta Orang

BI mencatat indeks ETP Pemda saat ini telah melesat naik 42 persen. Elektronifikasi transaksi di Pemda ini pun ber­hasil meningkatkan penerimaan pajak daerah.

Elektronifikasi pajak daerah saat ini, menurut catatan BIsudah mencapai 94 persen. Sementara digitalisasi retri­busi daerah baru mencapai 74,7 persen.

“Pajak asli daerahnya lebih bagus. Terbukti mampu meningkatkan penerimaan daerah, mempercepat pengeluaran daerah, ekonomi semakin baik dan rakyatnya semakin senang,” ujarnya.

Baca juga : Yuk Nikmati Piala Dunia, Tinggalkan Dulu Gaduh Politik Dan Prediksi Resesi

Perry mengimbau kepada otoritas di daerah untuk bisa me­naikkan cakupan retribusi daerah lewat digitalisasi. [KPJ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense