Sebelumnya
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan, banyak masyarakat Indonesia lebih senang melakukan transaksi secara digital. Uang kartal yang masih berlaku saat ini, baik uang kertas dan logam mulai ditinggalkan.
Perry menuturkan, pandemi Covid-19 membuat masyarakat Indonesia mulai terbiasa melakukan transaksi secara digital. Transaksi digital melalui handphone meningkat drastis.
“Semua transaksi dengan handphone naik menjadi Rp 67 ribu triliun. Bahkan, uang elektronik mencapai Rp 508 triliun,” ungkapnya.
Baca juga : Joss, Penumpang Internasional Di Bandara AP II Tembus 1 Juta Orang Per Bulan
Perkembangan transaksi e-commerce di Indonesia, lanjut Perry, juga meningkat sejak pandemi Covid-19. Pertumbuhan transaksi e-commerce diperkirakan akan meningkat Rp 572 triliun.
BImengklaim digitalisasi di Indonesia saat ini tak lepas dari dukungan para stakeholder, mulai dari dukungan Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat, hingga otoritas terkait lainnya.
“Digitalisasi ekonomi keuangan di daerah semakin pesat. Indonesia termasuk salah satu negara yang tercepat melakukan digitalisasi ekonomi dan keuangan,” jelas Perry.
Baca juga : Usia Kerja Diramal Bisa Tembus 201 Juta Orang
BI mencatat indeks ETP Pemda saat ini telah melesat naik 42 persen. Elektronifikasi transaksi di Pemda ini pun berhasil meningkatkan penerimaan pajak daerah.
Elektronifikasi pajak daerah saat ini, menurut catatan BIsudah mencapai 94 persen. Sementara digitalisasi retribusi daerah baru mencapai 74,7 persen.
“Pajak asli daerahnya lebih bagus. Terbukti mampu meningkatkan penerimaan daerah, mempercepat pengeluaran daerah, ekonomi semakin baik dan rakyatnya semakin senang,” ujarnya.
Baca juga : Yuk Nikmati Piala Dunia, Tinggalkan Dulu Gaduh Politik Dan Prediksi Resesi
Perry mengimbau kepada otoritas di daerah untuk bisa menaikkan cakupan retribusi daerah lewat digitalisasi. [KPJ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.