Sebelumnya
“Angka itu jauh menurun dari kuartal I tahun lalu yang masih mencapai 12 persen dari total kredit. Debitur yang terdampak pandemi terus mengalami pemulihan,” ucap Novita dalam rilisnya, kemarin.
Dikatakan Novita, penurunan ini terutama berasal dari sektor-sektor yang paling terdampak pandemi. Seperti restoran, hotel, tekstil dan konstruksi, yang mengindikasikan bahwa bisnis debitur kembali pulih.
Sementara LAR BNI juga menurun, dari 22,1 persen di kuartal I-2022 menjadi 16,3 persen pada kuartal I-2023. Lalu, NPL BNI juga turun menjadi 2,8 persen dari sebelumnya 3,5 persen.
Baca juga : Jokowi Minta Dibuat Sistem Terpadu Tangani Investasi Di IKN
Bahkan credit cost atau rasio pembentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) terhadap kredit turun dari 2,5 persen pada kuartal I-2022 menjadi 1,4 persen di kuartal I-2023.
Menyoal ini, Direktur Eksekutif Segara Research Institute Piter Abdullah mengatakan, restrukturisasi kredit yang dilakukan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) melalui kebijakan OJK, sangat membantu debitur untuk bertahan dalam pandemi.
Dan pada akhirnya, kata Piter, bank tidak perlu menambah cadangan kerugian akibat kredit macet. Artinya, kredit yang direstrukturisasi tersebut masih terhitung lancar sehingga likuiditas perbankan tetap stabil.
Baca juga : iForte Resmi Tandatangani CSPA Atas Aksi Korporasi Akuisisi Saham Varnion
“Saat ini mulai menuju normalisasi, dan penyehatan kembali bank,” kata Piter kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Dengan kebijakan ini, sambung Piter, OJK dan perbankan ikut membantu memperkuat daya tahan dunia usaha, sekaligus sektor keuangan dalam menghadapi wabah Covid-19. Padahal selama terjadinya pandemi Covid-19, perbankan juga tidak luput mengalami tekanan likuiditas.
“Semoga proses pemulihan ekonomi terus berlanjut. Dan gejolak global akibat perang dan kenaikan harga komoditas tidak mengganggu proses pemulihan ekonomi nasional,” ujar Piter.
Baca juga : Usai Restrukturisasi, Keuangan WSBP Dipastikan Tetap Sehat
Sebab, imbuh Piter, LAR lebih dipengaruhi oleh kondisi perekonomian. Selain karena restrukturisasi, menurunnya LAR lebih disebabkan oleh kondisi ekonomi yang terus membaik seiring meredanya pandemi.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.