Sebelumnya
Diketahui, Muliaman merupakan mantan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2012-2017 dan mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2011-2012 dan periode 2006-2011.
Saat ini Muliaman masih menjabat sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia (RI) untuk Swiss dan Liechtenstein sejak 2018.
Tak hanya itu, RUPST menetapkan pengurus baru perseroan, dengan memberhentikan secara hormat Achmad Syafii sebagai Direktur Information Technology dan Tiwul Widyastuti sebagai Direktur Risk Management. Kemudian mengangkat dan menetapkan Saladin D Effendi sebagai Direktur Information Technology dan Grandhis Helmi H sebagai Direktur Risk Management.
Baca juga : Izin Pertandingan Dikoordinasikan, Erick Setor Jadwal Liga 1 Ke Kapolri
Sebelumnya, Saladin D Effendi menjabat sebagai Chief Information and Security Officer di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Kemudian Grandhis Helmi H sebelumnya menjabat sebagai Group Head Commercial Risk 1 di Bank Mandiri.
Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, penunjukan pengurus perusahaan tersebut berlaku efektif setelah mendapat persetujuan dari OJK atas Penilaian Uji Kemampuan dan Kepatutan, serta memenuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Perubahan susunan pengurus perseroan tersebut juga diharapkan semakin mendukung penguatan transformasi digital dan transformasi culture yang dilakukan BSI, guna mendorong akselerasi bisnis,” ucap Hery dalam konferensi pers RUPST secara virtual, Senin (22/5).
Baca juga : Erick: Hak Karyawan BUMN, Saya Jaga Sekuat Tenaga
Selanjutnya, sambung Hery, BSI juga memperkuat kontribusi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, dan mendukung langkah Pemerintah dalam percepatan pemulihan ekonomi nasional.
Pihaknya meyakini, keputusan pemegang saham ini akan menjadikan pengurus perseroan semakin solid, meraih kinerja yang berkelanjutan dan mampu membawa BSI semakin berperan dalam pertumbuhan perbankan syariah untuk go global.
Secara khusus, terkait upaya penguatan layanan keamanan digital milik BSI, Hery mengatakan, pihaknya terus berupaya meningkatkan keamanan dan kapasitas layanan mobile banking, yakni BSI Mobile.
Baca juga : Dari Tanah Suci, Erick Doakan Kebaikan Untuk Indonesia
“Ke depan akan ada pengembangan dalam hal transformasi digital dan digital culture BSI. Kami juga meningkatkan edukasi terkait digital,” ucap Hery.
Wakil Direktur Utama BSI Bob Tyasika Ananta menambahkan, pihaknya komit dalam memperkuat digitalisasi dan keamanan data nasabah, terutama setelah apa yang menimpa BSI kemarin. Penguatan tersebut sangat perlu dilakukan, agar kejadian tersebut tak terulang lagi.
“Hal ini dibuktikan dengan anggaran IT (Information technology) kami yang mencapai Rp 580 miliar. Angkanya ini naik lebih dari dua kali lipat,” ungkap Bob.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.