BREAKING NEWS
 

Pertumbuhan Kredit Lambat

Ketua OJK Pede Sektor Keuangan Tahan Banting

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : FIRSTY HESTYARINI
Sabtu, 5 Agustus 2023 07:30 WIB
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dalam konferensi pers hasil Rapat De­wan Komisioner Bulanan (RDK) OJK Juli 2023 secara virtual, Kamis sore (3/8). (Foto: Ist)

 Sebelumnya 
Selanjutnya, risiko yang terkait dengan suku bunga juga melandai seiring dengan mulai melandainya yield SBN (Surat Berharga Negara) karena semakin terbatasnya ruang kenaikan FFR di AS.

“Untuk mengantisipasi risiko depan, industri perbankan tercatat cukup resilient dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 25,41 persen,” kata Dian.

Menyoal ini, Pengamat Per­bankan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Paul Sutaryono mengatakan, kenaikan FFR bisa mempengaruhi suku bunga acuan Bank Indonesia ke tingkat suku bunga kredit perbankan. Untuk itu, kenaikan tersebut membuat pelaku usaha dan masyarakat masih menunggu.

Baca juga : Kredit Juli Melambat, OJK Pastikan Keuangan Dalam Negeri Tetap Tahan Banting

Paul memprediksi kredit per­bankan di tahun 2023 akan tetap mencapai doubel digit.

“Pertumbuhan positif tersebut bisa dicapai asalkan tingkat suku bunga The Fed tidak naik secara agresif lagi,” kata Paul kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

“Perbankan nasional makin mampu mendorong kinerja dunia usaha,” ujarnya.

Baca juga : Ace: Kader Golkar Tahan Godaan Uang

Tak hanya itu, Paul melihat, saat ini fokus perbankan lebih kepada kualitas ketimbang kuan­titas. Perilaku bank ini tercermin dari pertumbuhan kredit yang tidak jor-joran.

Ia mengatakan, bank-bank besar dapat melakukan seleksi penyaluran kredit secara ketat. Karena mereka masih memiliki sumber-sumber keuntungan lain di luar kredit, yaitu fee based in­come dan surat-surat berharga.

Buntutnya, terjadi pelambatan pertumbuhan kredit yang tidak sesuai perkiraan, sehingga tetap harus diwaspadai.

Baca juga : BPK Beri Predikat WTP Laporan Keuangan Kementan Tahun 2022

“Saya kira perbankan sudah semestinya terus meningkatkan penerapan manajemen risiko, baik risiko kredit, risiko pasar, risiko operasional maupun risiko likuiditas,” ujarnya.

Paul juga mendorong agar perbankan tetap menjaga kecukupan modal minimum atau CAR di angka minimum 12 persen, sebagai perisai dalam me­nyerap potensi risiko di tengah keidakpastian global.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Sabtu 5/8/2023 dengan judul Pertumbuhan Kredit Lambat, Ketua OJK Pede Sektor Keuangan Tahan Banting

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense