Dark/Light Mode

Jokowi Bilang, Kondisi RI Aman Terkendali

Tantangan Ekonomi Dunia Makin Ruwet

Rabu, 25 Oktober 2023 07:10 WIB
Presiden Jokowi memberikan sambutan pada acara BNI Investor Daily Summit (IDS) 2023 di Hutan Kota by Plataran, Senayan, Jakarta, Selasa (24/10/2023). (Foto: Randy Tri Kurniawan/Rakyat Merdeka/RM.id)
Presiden Jokowi memberikan sambutan pada acara BNI Investor Daily Summit (IDS) 2023 di Hutan Kota by Plataran, Senayan, Jakarta, Selasa (24/10/2023). (Foto: Randy Tri Kurniawan/Rakyat Merdeka/RM.id)

 Sebelumnya 
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, meski kinerja ekonomi Indonesia masih cukup bagus di tengah ketidak­pastian kondisi global, namun Pemerintah harus tetap was­pada. Pasalnya, Indonesia saat ini masih terlalu mengandalkan naik turunnya harga komoditas.

“Jika harga komoditas ke depan terus turun, sulit bagi In­donesia mengejar pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen,” kata Bhima kepada Rakyat Merdeka, Selasa (23/10/2023).

Selain itu, lanjut Bhima, per­tumbuhan ekonomi Indone­sia juga belum berbasis pada penguatan struktur industri pengolahan. Ini menyebabkan porsi industri manufaktur terus menurun.

Baca juga : Kantong Pemotor Bisa Makin Bolong

Terkait pelemahan nilai tukar rupiah, Bhima mengatakan, Pe­merintah harus melakukan mitigasi agar rupiah tidak anjlok sampai di atas Rp 16.000 per dolar AS.

Kalau sudah di atas Rp 16.000 per dolar AS, harga pangan pasti ikut naik tinggi. Karena sebagian besar pangan Indonesia dari impor. Mulai dari beras, jagung, gula hingga bawang putih.

“Apalagi sebelum rupiah melemah, harga komoditas-komoditas itu sudah tinggi,” kata Bhima.

Baca juga : Peluang dan Tantang AI di Dunia HR Perusahaan

Efek negatif lainnya, bahan baku semua sektor industri yang masih mengandalkan impor pasti­nya juga ikut melonjak, khusus­nya elektronik dan otomotif.

Namun yang paling mengkha­watirkan, kata dia, kalau pele­mahan rupiah sampai mempengaruhi harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Bhima bilang, jika Pemerintah terpaksa menaikkan harga jual BBM bersubsidi karena dolar terus menguat, dipastikan daya beli masyarakat akan semakin menurun. Hal itu bisa membuat pertumbuhan ekonomi Indone­sia melemah.

Baca juga : Airlangga: Perusahaan Teknologi Jangan Cuma Jualan, Tapi Juga Berkantor di RI

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Rabu 25/10/2023 dengan judul Jokowi Bilang, Kondisi RI Aman Terkendali, Tantangan Ekonomi Dunia Makin Ruwet

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.