BREAKING NEWS
 

Adhi Karya-PP Garap Perkeretaapian Filipina

Erick: BUMN Kita Optimal, Kalau Dikelola Dengan Benar

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Kamis, 11 Januari 2024 16:58 WIB

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkap, dua BUMN karya: PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk atau PP dipercaya membangun prasarana perkeretaapian di Filipina, Malolos-Clark Railway Project.

Kepercayaan Filipina terhadap Adhi Karya dan PP terwujud dalam penandatanganan yang disaksikan Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr, pada Juli 2023.

"Malolos-Clark Railway Project ini menjadi bukti bahwa BUMN Karya dapat memberikan kontribusi optimal, jika pengelolaannya dijaga dengan benar. Governance-nya mengikuti standar terbaik," kata  Erick, dalam kunjungan kerja di Manila, Filipina, Kamis (11/1/2024).

Adhi Karya dan PP berhasil memenangkan kontrak pekerjaan yang dilelang dengan menggunakan kerangka pengadaan International Competitive Bidding (ICB), yang distandarkan Bank Pembangunan Asia (ADB).

Ini membuktikan, BUMN Karya dapat bersaing dengan pemain besar internasional di bidang kontruksi. Sukses ini dapat menjadi modal BUMN Karya dalam mengikuti pelelangan internasional.

Baca juga : Tak Penuhi Syarat, Pemberhentian Firli Bahuri Tak Ditindaklanjuti Istana

Saat ini, Adhi Karya dan PP dalam proses penerbitan untuk Phillippine Contractors Accreditation Board (PCAB) atau Surat Usaha Jasa Kontruksi (SUJK) dari Pemerintah Filipina.

Proses pembebasan lahan juga tengah dilakukan Pemerintah Filipina. Ground breaking atas proyek ini dijadwalkan pada Maret 2024.

"Dari 9 kontrak pekerjaan yang dilelang dengan nilai proyek sebesar 2,75 miliar dolar AS, Joint Venture Adhi Karya dan PP mendapatkan 2 kontrak package secara profesional," tutur Erick.

Adsense

Erick memastikan, pihaknya akan terus melanjutkan agenda perbaikan kinerja BUMN Karya.

Dia ingin, BUMN Karya dapat terus membangun layanan pembangunan infrastruktur terbaik, yang dibutuhkan rakyat Indonesia.

Baca juga : Pakar: Ibu Kota Harus Dibangun Dengan Kolaborasi

"Ke depan, BUMN Karya akan terus meningkatkan competitive advantage-nya. Sehingga, dapat mencari peluang bisnis terbaik, baik di kancah domestik maupun internasional, dengan tetap menjaga praktik tata kelola perusahaan yang baik," papar Erick.

Pekerjaan sipil untuk proyek ini merupakan kerja sama pembiayaan antara Pemerintah Filipina dengan ADB. Ini juga merupakan single infrastructure project financing terbesar yang pernah dilakukan ADB.

Dari total nilai kontrak sebesar 2,75 miliar dolar AS atau setara Rp 41,25 triliun, joint venture Adhi Karya dan PP untuk kedua CP proyek ini memperoleh nilai kontrak sebesar 560 juta dolar AS atau setara Rp 8,4 triliun. Dengan porsi 51 persen Adhi Karya dan 49 persen PP.

Proyek South Malolos-Clark Railway ini terdiri dari 9 contract package (CP). Joint venture Adhi Karya dan PP memperoleh 1 CP (S-01) untuk Blumentritt Extension dan 1 CP (S-03C) untuk South Commuter Railway Project.

CP S-01 memiliki lingkup berupa perpanjangan jalur utara NSCR untuk ruas Malolos-Clark. Panjangnya mencapai 1,2 kilometer dengan satu stasiun.

Baca juga : Pengumpulan Melonjak, BAZNAS Optimalkan Layanan Zakat Digital Dengan 4 Pilar

Sedangkan jalur kereta CP S-03 yang panjangnya 5,8 km, mencakup pembangunan dua stasiun di dalamnya.

Pemenang kontrak untuk CP lainnya adalah big player kontraktor internasional seperti Hyundai dari Korea Selatan, Acciona dari Spanyol, Leighton-Belford JV Australia dan UK, dan Lotte-Gullermak JV Korea Selatan dan Turki.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense