BREAKING NEWS
 

Diungkapkan Sekjen REI

Sudah 6 Tahun, Bisnis Properti Alami Pelambatan

Reporter : BAMBANG TRISMAWAN
Editor : MUHAMAD FIKY
Kamis, 14 November 2019 10:13 WIB
Sekjen Real Estate Indonesia (REI) Totok Lucida (kedua kanan) saat mengunjungi kantor Redaksi Harian Rakyat Merdeka, di Jakarta, Rabu (13/11)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sudah 6 tahun lebih industri properti mengalami pelambatan, sebuah kurun waktu yang panjang. Karena biasanya, siklus pelambatan di sektor properti tak lebih dari tiga tahun. Setelah itu bangkit lagi. 

Tapi sekarang, setelah 6 tahun lewat, masih belum ada tanda-tanda industri properti akan membaik. Penjualan rumah masih tetap lesu. Sepi. Kondisi ini membuat pengusaha properti mengeluh. Bukan hanya pemgembang kelas bawah yang menjerit, pengembang kelas menengah ke atas pun ikutan meringis. 

Boro-boro invansi, mengatur cashflow agar tetap sehat saja beratnya bukan main. ¬Apalagi kurs dolar naik turun. Bikin pengusaha tambah was-was.

Tak banyak yang bisa dilakukan pengusaha. Mereka kini hanya berusaha agar perusahaan tidak kolaps. Begitulah kira-kira masalah yang dihadapi para pengembang saat ini seperti diceritakan Sekjen Real Eastet Indonesia (REI) Totok Lusida, saat berkunjug ke redaksi Rakyat Merdeka, di Gedung Graha Pena, Jakarta, kemarin sore. 

Baca juga : Dua SPBU Jadi Kado Indah Ulang Tahun Latif dan Warga Lembata

Totok tak sendiri. Ia didampingi Wasekjen REI Bambang Eka Jaya. Selama hampir satu jam, Totok menceritakan kondisi industri properti serta keluh kesah para pengembang. 

Tak cuma itu, calon Ketua Umum REI ini juga memaparkan berbagai solusi untuk menyelesaikan persoalan ini kepada awak redaksi. Pertemuan ini dihadiri juga para petinggi Rakyat Merdeka antara lain Direktur Utama Margiono, Dewan Redaksi Kiki Iswara, dan Pemimpin Redaksi Riki Handayani. Masalah yang dihadapi pengembang tak cuma itu. 

Dia bilang, banyak pajak yang sangat menghambat dan memberatkan pengusaha untuk berkembang. Menurut Totok, persoalan ini harus segera diselesaikan. 

Adsense

Ia khawatir, kalau tidak dicarikan jalan tengahnya, industri properti akan makin lesu. Penjualan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) masih bergerak. Namun untuk rumah di atas Rp 1 miliar sudah sepi.“Orang Jawa Timur bilang, suepi,” ujar Totok, dengan logat suroboyoannya. 

Baca juga : Pertamina Tegaskan Tidak Ada Tabung Elpiji Kadaluarsa di Pasaran

Suepi artinya sepi banget. Kata dia, menyelesaikan persoalan ini memang tidak mudah. Tapi selalu ada jalan. Kata dia, solusinya tak bisa hanya dari satu pihak seperti asosiasi pengembang perumahan atau perusahaan. 

Tidak bisa lagi hanya mengandalkan menurunkan suku bunga. Tapi harus bersamasama mulai dari perusahaan, bank, pemerintah dan DPR.“Bagaimana mulai bekerja kembali membangun kepercaan masyarakat terhadap industri ini (properti),” kata Totok. 

Pengusaha properti asal Surabaya ini menceritakan berbagai ide yang dimilikinya untuk menyelesaikan persoalan ini. Salah satunya adalah dengan menempatkan orang asosiasi pengembang perumahan di pemerintahan. 

Kata dia, tidak harus wakil menteri. Tapi minimal ada staf khusus dari pihak asosiasi yang duduk pemerintah seperti di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan bank. 

Baca juga : Prioritaskan Pembebasan Lahan, Wahidin Kebut Pembangunan Jembatan

Kementerian PUPR memang sudah punya wakil menteri. Namanya John Wempi Wetipo. Hanya saja, menurut Totok, tugas wamen PUPR lebih kepada pembangunan infrastruktur. Bukan mengurusi perumahan rakyat. 

“Minimal harus ada orang REI yang jadi stafsus di PUPR. Bank juga begitu. Harus ada orang REI yang jadi komisaris di BTN,” ujarnya. 

Dengan adanya sinergi antara pemerintah dan pengusaha ia yakin persoalan industri properti akan cepat selesai. Selain itu program Presiden Jokowi membangun 2 juta rumah rakyat bisa terealisasi. 

Totok bilang, idenya itu sudah disampaikan kepada pemerintah. Dan kata dia secara umum responsya positif. Pemerintah menyambut baik. Kementerian PUPR menyambut baik meski belum bisa dieksekusi. [BCG]
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense