BREAKING NEWS
 

Gelar Business Matching Industri Rumput Laut, Kemenperin Bidik Transaksi Rp 15 M

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Selasa, 25 Juni 2024 12:00 WIB
Direktur Industri Makanan, Hasil Laut, dan Perikanan Kementerian Perindustrian, Dyan Garneta PS. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat 19 perusahaan industri pengolahan rumput laut mengikuti Business Matching Industri Pengolahan Rumput Laut dengan Industri Pengguna.

19 perusahaan tersebut adalah industri pengolahan rumput laut yang menghasilkan produk berupa karagenan, agar-agar, bioplastik, biostimulan, dan pupuk. Kegiatan ini merupakan upaya membuka peluang pengembangan usaha, peningkatan daya saing industri dalam negeri, serta mengenalkan berbagai produk olahan berbasis rumput laut.

Baca juga : Genjot Hilirisasi Rumput Laut, Kemenperin Gelar Business Matching

Direktur Industri Makanan, Hasil Laut, dan Perikanan Kementerian Perindustrian, Dyan Garneta PS mengatakan, Business Matching ini merupakan pelaksanaan Business Matching oleh Direktorat Jenderal Industri Agro yang kedua. Sebelumnya, Business Matching dilaksanakan pada 2022, diikuti oleh 11 industri pengolahan rumput laut. 

Adsense

“Pada kesempatan itu, didapatkan kerja sama dengan nilai transaksi sebesar Rp 6,3 miliar,” ujarnya saat memberikan laporan pada acara Business Matching Industri Pengolahan Rumput Laut dengan Industri Pengguna di Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (25/6/2024).

Baca juga : Perkuat Sinergi Industri Satelit, Konferensi Apsat Kembali Digelar

Menurut dia, dalam acara ini juga terdapat sesi sharing profil perusahaan industri pengolahan rumput laut sebagai media promosi dan pengenalan produk, dilanjutkan dengan pertemuan antara industri pengolahan rumput laut dengan industri pengguna. 

Dalam rangkaian acara, juga akan dilaksanakan seminar dengan tema “Future Market Outlook: Seaweed Application for Industry” dengan narasumber dari CBI Belanda. “Kami menargetkan setelah kegiatan ini akanterjadi peningkatan transaksi sebesar Rp 15 miliar,” ujarnya.

Baca juga : Menperin: Semoga Bukan Barang Jadi

Dia menambahkan, pengembangan hilirisasi berbasis sumber daya hayati, salah satunya rumput laut, akan semakin fokus dan berkembang seiring dengan masuknya komoditas rumput laut dalam tematik pengembangan hilirisasi industri berbasis SDA unggulan pada RPJMN 2025-2029. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense