RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perindustrian Saleh Husin menilai kenaikan Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia ke level 50,2 pada Juli 2026 menjadi sinyal positif karena aktivitas manufaktur kembali memasuki fase ekspansi.
"Namun, karena PMI merupakan indikator jangka pendek, capaian satu bulan belum cukup untuk menyimpulkan bahwa industri telah memasuki tren pemulihan yang kuat," kata Saleh dalam keterangannya di Jakarta, Senin (3/8/2026).
Ia mengatakan, diperlukan konsistensi ekspansi dalam beberapa bulan ke depan serta dukungan indikator lain, seperti pertumbuhan output industri, utilisasi kapasitas produksi, dan investasi, agar pemulihan sektor manufaktur dapat dinilai berkelanjutan.
Baca juga : Rakernas HKI Hasilkan Jurus Atasi Hambatan Investasi, Akan Dilaporkan Ke Prabowo
Menurut dia, dibandingkan sejumlah negara di kawasan ASEAN, posisi Indonesia memang menunjukkan perbaikan. Kendati demikian, laju ekspansi manufaktur nasional masih tergolong moderat dibandingkan beberapa negara lain yang mencatat pertumbuhan lebih tinggi.
Saleh menjelaskan, perbaikan aktivitas manufaktur pada Juli terutama didorong oleh meningkatnya produksi dan membaiknya permintaan domestik sehingga pesanan baru kembali bertambah.
Meski demikian, ia mengingatkan, pemulihan tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain kenaikan biaya bahan baku, lemahnya permintaan ekspor, serta sikap pelaku usaha yang masih berhati-hati dalam melakukan pembelian bahan baku.
Baca juga : Airlangga Tegaskan PFII Bebas Dari Dana Gelap
"Hal ini menunjukkan bahwa pemulihan belum merata dan masih memerlukan penguatan dari sisi permintaan," ujarnya.
Terkait peluang peningkatan investasi dan ekspansi kapasitas produksi, Saleh menilai, masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan hanya berdasarkan data PMI Juli.
Ia menjelaskan, PMI lebih mencerminkan kondisi aktivitas bisnis dalam jangka pendek, sedangkan keputusan investasi bersifat jangka panjang dan dipengaruhi berbagai faktor.
Baca juga : Situasi Global Suram, Presiden Bilang Tak Usah Takut
Menurut dia, pelaku usaha diperkirakan masih akan mencermati keberlanjutan tren permintaan dalam beberapa bulan mendatang sebelum memutuskan melakukan ekspansi kapasitas maupun investasi baru.
"Oleh karena itu, diperlukan rangkaian data PMI dan indikator ekonomi lainnya untuk memastikan bahwa pemulihan benar-benar berkelanjutan," kata Saleh.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.