BREAKING NEWS
 

Investasi 6 Perusahaan TPT Berpotensi Ciptakan Hampir 10.000 Lapangan Kerja

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Kamis, 6 Agustus 2026 14:11 WIB
Ilustrasi. Pexels.com

RM.id  Rakyat Merdeka - Gelombang investasi baru di industri tekstil dan produk tekstil (TPT) diproyeksikan membuka ribuan peluang kerja di Indonesia. Berdasarkan proyek investasi yang diumumkan sepanjang 2025 hingga Agustus 2026, enam perusahaan diperkirakan mampu menciptakan sekitar 9.000 hingga 9.800 lapangan kerja baru.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Garment dan Textile Indonesia (AGTI), Rizal Tanzil Rakhman, mengatakan investasi di sektor TPT tidak hanya menghadirkan fasilitas produksi, tetapi juga memberikan efek berganda bagi perekonomian nasional.

"Investasi industri tekstil dan pakaian jadi tidak hanya menghadirkan fasilitas produksi. Investasi ini juga menciptakan pekerjaan, meningkatkan ekspor, menggerakkan logistik, dan menumbuhkan kegiatan ekonomi baru di sekitar kawasan industri," ujar Rizal dalam keterangannya, Kamis (6/8).

Baca juga : Tokenisasi ETF Permudah Akses Investasi Global, Modal Mulai Rp11 Ribu

Kontribusi terbesar berasal dari pembangunan pabrik PT Xinhai Knitting Indonesia di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Proyek tersebut diproyeksikan mampu menyerap sekitar 6.000 tenaga kerja untuk mendukung produksi tekstil yang berorientasi ekspor.

Selain itu, pembangunan kawasan manufaktur tekstil terintegrasi di Subang Smartpolitan, Jawa Barat, oleh PT Binkova Textiles Indonesia, PT Dafei Textile Indonesia, dan PT Serendipity Fashion Indonesia diperkirakan menciptakan sekitar 3.000 hingga 3.800 lapangan kerja baru.

Adsense

Di Kabupaten Demak, PT FHG Tekstil Indonesia juga telah merekrut sekitar 600 tenaga kerja lokal sejak mulai beroperasi. Sementara itu, PT Citra Terus Makmur di Kabupaten Sumedang telah menyelesaikan perluasan fasilitas produksinya, meski belum mengumumkan jumlah tambahan tenaga kerja yang diserap.

Baca juga : Arnod Sihite: Iklim Usaha Sehat Kunci Menjaga Lapangan Kerja

Di luar investasi baru tersebut, pengoperasian kembali fasilitas PT Wong Hang Bersaudara dan PT Akarsa Garment di Kabupaten Pemalang turut memulihkan sekitar 1.500 kesempatan kerja yang sebelumnya hilang akibat penghentian operasional perusahaan.

Rizal menilai, masuknya investasi baru ke industri TPT tidak lepas dari dukungan pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif.

Menurutnya, berbagai kementerian telah berperan dalam memperkuat daya saing industri nasional, mulai dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perindustrian, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Kementerian Perdagangan, Kementerian Ketenagakerjaan, hingga Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Dukungan pemerintah daerah juga dinilai menjadi faktor penting dalam menarik investasi.

Baca juga : Airlangga Ajak Pengusaha Jaga Ketahanan Ekonomi

AGTI berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha terus diperkuat agar industri TPT mampu tumbuh berkelanjutan.

"Dengan pasokan bahan baku dan energi yang kompetitif, tenaga kerja terampil, kemudahan investasi, akses ekspor, serta pengawasan terhadap impor ilegal dan praktik perdagangan tidak sehat, industri TPT memiliki peluang besar untuk terus tumbuh dan menjadi motor penciptaan lapangan kerja nasional," pungkas Rizal.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense