Sebelumnya
Dia mengingatkan, tindakan antisipasi penularan dan disiplin prokes di sekolah harus dilaksanakan serius. Selain untuk menurunkan angka sebaran Covid-19, juga untuk mencegah kasus hepatitis misterius tidak bertambah.
“Harapannya, virus ini tidak berdampak dalam kualitas pendidikan nasional,” harapnya.
Baca juga : DKI Kaji Pembelajaran Online
Kepala Bidang Advokasi P2G Iman Zanatul Haeri mengatakan, agar prokes di satuan pendidikan berjalan ketat, perlu kebijakan dari Pemerintah. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) diminta cepat mengambil tindakan sebelum kasus bertambah.
“Pembelajaran tatap muka pada 12 Mei nanti atau pasca-libur panjang Idul Fitri 2022 harus memperhatikan prokes,” imbaunya.
Baca juga : Puan Imbau Ortu Waspada Hepatitis Akut Dengan Jaga Pola Keseharian Anak
Dia juga meminta Kemdikbudristek dan Pemerintah Daerah (Pemda) membuat surat edaran sebagai pengingat untuk satuan pendidikan. Tujuannya, agar sekolah benar-benar menjalankan disiplin prokes pasca Lebaran untuk mencegah penularan Covid sekaligus hepatitis.
“Kami ingin mencegah Covid-19 dan mencegah penularan hepatitis terhadap anak,” bebernya.
Baca juga : Belum Kelar Covid Dan Hepatitis Misterius, Inggris Laporkan Virus Cacar Monyet Langka
Dia juga mendorong Dinas Pendidikan (Disdik) untuk melakukan testing swab Polymerase Chain Reaction (PCR) kepada para siswa sebelum mulai PTM.
“Kami mendorong dinas pendidikan dan sekolah tiap daerah memfasilitasi swab PCR bagi siswa, bisa dilakukan secara acak. Agar siswa masuk PTM benar-benar dalam kondisi sehat dan fit,” ucapnya. [JAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.