RM.id Rakyat Merdeka - Percepatan penurunan stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrem melalui dialog di sejumlah daerah terus dilakukan.
Kali ini, menyisir permasalahan yang ada di Kabupaten/Kota Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).
Roadshow tersebut, diwakili oleh 7 Kabupaten yang meliputi Kabupaten Mamuju Tengah, Mamasa, Pasangkayu, Polewali Mandar, Mamuju, dan Majene
Provinsi Sulbar merupakan provinsi ke-9 yang disisir permasalahannya oleh Kemenko PMK, sebelumnya telah dilaksanakan dialog di Provinsi Jawa Barat, Aceh, NTT, Banten, Jawa Tengah, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan.
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, angka stunting di wilayah Sulbar mengalami kenaikan sebanyak 1,2 persen. Di mana pada tahun 2021 sebesar 33,8 persen menjadi 35 persen.
Baca juga : Punya Gedung Perpustakaan Baru, Klungkung Genjot Peningkatan IPM
Pj Gurbenur Sulawesi Barat, Akmal Malik menyebut penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem belum dilakukan secara kolaboratif sehingga program serta kegiatannya masih bersifat parsial menyebabkan fokus penyelesaiannya menjadi terpecah.
“Permasalahan yang kami hadapi saat ini, yaitu kualitas dan validitas data sasaran yang belum optimal sehingga menyulitkan kami untuk melakukan kolaborasi intervensi program dan kegiatan terkait penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem,” jelas Akmal seperti keterangan yang diterima RM.id, Sabtu (18/2).
Menurutnya, masih banyaknya rumah tidak layak huni serta kurang terjangkaunya sanitasi air bersih menjadi permasalahan lainnya yang dihadapi oleh para kepala daerah yang ada di wilayah Sulbar.
Maka dari itu, Pemerintah Provinsi Sulbar bekerja sama dengan perguruan tinggi membentuk aplikasi Data Desa Presisi. Aplikasi yang diterapkan, yaitu berbasis website. Di mana web tersebut menampilkan peta pesebaran lokasi rumah keluarga miskin ekstrem secara lengkap berikut dengan visualisasi kondisi rumah keluarga yang tersebar di desa-desa Provinsi Sulawesi Barat. Termasuk mendeteksi alokasi dana yang tersedia agar tepat sasaran sesuai wilayah dan keberadannya.
“Best Practice yang saat ini kami lakukan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi IPB. Yaitu membangun teknologi yang dapat mendeteksi jumlah penduduk miskin ekstrem dan stunting berdasarkan data dari P3KE yang diberikan, sehingga intervensi yang dilakukan dapat tepat sasaran,” ucap Akmal.
Baca juga : Mengenal Sikap Muraqabah
Harapannya para kepala daerah dapat mengetahui pesebaran keluarga miskin ekstrem di masing-masing desa sehingga program-program yang dibuat sesuai dengan yang dibutuhkan oleh masyarakat tersebut.
Puji Komitmen Sulbar
Sementara Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyambut baik pemanfaatan teknologi yang dilakukan oleh Pemprov Sulbar.
Hal tersebut, dapat menjadi acuan bagi daerah lainnya sehingga percepatan penurunan angka stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrem dapat berjalan secara optimal.
“Saya mohon praktik baik ini dapat ditindaklanjuti oleh masing-masing daerah. Bagaimana aplikasi yang telah dibuat oleh Pemprov Sulbar tersebut dipadu-pandankan dengan data P3KE secara by name by address,” kata Muhadjir.
Muhadjir menjelaskan, bahwa percepatan penurunan stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrem dapat mendarah daging di seluruh lapisan masyarakat. Sehingga menjadi bagian dari cara berfikir, bersikap, dan bertindak masyarakat secara keseluruhan serta berkelanjutan.
“Demi upaya kita menyelamatkan generasi yang akan datang, generasi yang lebih baik itu,” ucapnya.
Ke depan, penanggulangan isu stunting termasuk penghapusan kemiskinan ekstrem itu tidak terbatas pada periode kepemimpinan presiden tertentu, tetapi berkelanjutan.
"Selama masih ada ibu hamil, selama masih ada bayi, masih ada anak balita, penanganan stunting itu mutlak harus dilakukan secara terus menerus dan berkelanjutan,” ungkap Muhadjir.■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.