Sebelumnya
Luhut mengungkapkan salah satu penyebab polisi udara itu berasal dari transportasi. Ia lalu mengungkap hasil pengetesan di lapangan yang menunjukkan 37 persen sepeda motor tidak lulus uji emisi. Jadi, ke depan pemerintah berencana menghitung penghapusan Pertalite sebagai upaya perbaikan kualitas bahan bakar.
“Sekarang lagi dihitung. Kita mau etanol berapa persen, supaya oktannya naik, supaya sulfurnya kurang. Kita akan tetap lihat (harga pertamax green 92) agar rakyat itu nggak terbebani. Itu kuncinya,” tutup Luhut.
Baca juga : Buntut Polusi Udara, Presiden Pake Masker Lagi
Sehari sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta menerbitkan Instruksi Sekda DKI Jakarta Nomor 66 Tahun 2023 tentang Upaya Percepatan Penurunan Tingkat Pencemaran Udara. Aturan itu diteken pada 4 September 2023.
Dalam Instruksi tersebut, Sekda DKI Jakarta Joko Agus Setyono antara lain meminta warga agar gemar berjalan kaki sebagai upaya untuk menekan polusi udara.
Baca juga : Menkes Siapkan Jurus Melawan Polusi Udara
Joko meminta seluruh wali kota hingga lurah di DKI Jakarta melakukan dan mengimbau masyarakat untuk turut serta melakukan upaya percepatan penurunan tingkat pencemaran udara salah satunya dengan berjalan kaki. “Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta gemar berjalan kaki,” demikian bunyi Instruksi Sekda DKI Jakarta tersebut.
Selain itu, Joko juga meminta, mereka mengurangi emisi dengan cara menggunakan transportasi publik, menghemat energi, melakukan uji emisi kendaraan, dan menggunakan bahan bakar ramah lingkungan.
Baca juga : Para Pejabat Rame-rame Batuk
“Melindungi diri dari paparan polutan dengan menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan,” ujarnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.