BREAKING NEWS
 

Kemenko Perekonomian dan Bulog Dukung Kementan Dorong Promosi Konsumsi Kedelai Lokal

Reporter : HAIKAL AMIRULLAH
Editor : UJANG SUNDA
Sabtu, 5 Oktober 2019 23:47 WIB
Perbandingan kedelai lokal dan kedelai impor (Foto: Humas Kementan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pertanian (Kementan) tengah gencar mendorong promosi konsumsi kedelai lokal yang kandungan proteinnya tinggi di masyarakat. Upaya ini mendapat dukungan dari Kemenko Perekonomian dan Bulog agar ketergantungan kedelai impor selama ini berkurang.

Asisten Deputi Pangan dan Pertanian Kemenko Perekonomian, Darto Wahab, mengemukakan kebutuhan untuk konsumsi masyarakat cukup tinggi sekitar 4,4 juta ton atau setara Rp 20 triliun. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat harus didatangkan dari luar atau impor yakni Amerika Serikat sekitar 3,3 juta ton.

"Karena itu, pemerintah terus mendorong petani tanam kedelai yang kadar proteinnya lebih tinggi dibanding kedelai impor. Selanjutnya kita koneksikan dan promosikan untuk kebutuhan sehari-hari di rumah sakit, sekolahan, TNI Polri, hotel, cafe dan komunitas khusus lainnya," kata Darto Wahab, saat menjadi pembicara pada Rapat Konsolidasi Kerjasama Pengembangan Kedelai Lokal Non GMO di Bandung, awal pekan kemarin.

Baca juga : 6 Developer Ternama Dukung Pembangunan Koridor Timur Jakarta

Darto optimis, tren konsumsi kedelai lokal bisa semakin meningkat ketimbang produk impor. Pasalnya, selama ini petani sudah tanam kedelai lokal dengan baik. Hanya saja, kedelai lokal yang ditanam petani kalah bersaing dengan kedelai impor. Sebab harga kedelai impor sangat murah Rp 4.800/kg. Sedangkan kedelai lokal Rp 6.800/kg.

"Namun melalui pasar khusus seperti rumah sakit, sekolahan, TNI, Polri dan lainnya itu, petani akan terbantu dan masih bisa menjual dengan harga Rp 6.800 perkilogram. Dengan pasar khusus perekonomian masyarakat khususnya petani akan bergerak, pengepul dan industri hilirnya pun berkembang. Masyarakat yang mengkonsumsi kedelai lokal juga sehat," ujarnya.

Adsense

Darto menyatakan, kedelai tak sekadar sebagai pangan rakyat yang bergizi dengan harga murah. Kedelai juga menjadi sumber penghasilan masyarakat, sehingga 92 ribu Industri Kecil Menengah (IKM), 50 persennya berupa industri tempe dan 40 persennya industri tahu sangat tergantung bahan baku kedelai. "Sisanya berupa industri kecap (10 persen), tauco dan olahan lainnya juga sangat tergantung pada bahan baku kedelai," jelasnya.

Baca juga : Menko Darmin Klaim Fintech Dongkrak Inklusi Keuangan

Menurut Darto, sebagai sumber protein yang murah dibanding daging ayam, telor dan ikan, keberdaan kedelai lokal bisa dikembangkan dengan baik dari hulu hingga hilir. IKM pun perlu jaminan bahan baku untuk keberlanjutan usahanya. "Sebagai sumber protein yang murah, pemerintah perlu terus mendorong perluasan budidaya kedelai lokal," katanya.

Di tempat yang sama, Kepala Divisi Pengadaan Pangan Lain Perum Bulog, Yayat Hidayat Fatahilah, mengatakan ke depan pihaknya bisa jadi buffer stock kedelai. Sesuai regulasi pemerintah seperti yang termaktub dalam Inpres No. 5/2015 Bulog bisa beli beras ke petani dengan harga Rp 7.300/kg. "Di kedelai pun kalau nanti sudah ada harga pembelian pemerintah, Bulog bisa beli kedelai ke petani dengan harga Rp 8.500 per kilogram," bebernya.

Yayat menambahkan setelah ada ketentuan harga pembelian pemerintah yang nantinya diatur melalui Inpres, Bulog bisa beli langsung ke petani kedelai lokal. Selanjutnya, Bulog bisa menyalurkan kedelai lokal ke sejumlah pengrajin tahu tempe, koperasi dan IKM lainnya.

Baca juga : Jamin Kualitas Manggis dan Salak, Kementan Dorong Sertifikasi Organik

Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Kementan, Suwandi, menegaskan pihaknya terus mendorong kedelai lokal ini. Karena itu, ia mengaku menginisiasi Rakor menggandeng Bulog dan Kemenko Perekonomian tersebut untuk bersama-sama mecari strategi pengembangan kedelai lokal.

"Kedelai lokal bisa dibranding dan dijual khusus dengan harga mahal. Kedelai lokal yang ditanam petani bisa dijual ke rumah sakit, sekolah, panti jompo dan konsumen khusus. Dari konsumen bersegmen khusus ini harga jual petani akan tinggi dan memacu semangat petani menanam kedelai seluas-luasnya," tandas Suwandi. [KAL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense