Sebelumnya
Nezar memastikan, langkah Presiden Joko Widodo mendukung transformasi digital di banyak lini sudah sangat tepat. Transformasi digital mempercepat layanan publik dan mendorong kemajuan bangsa.
“Presiden telah banyak mendorong aturan baru dan melakukan revisi yang sesuai kondisi digitalisasi saat ini. Hal itu menjadi bukti bahwa Presiden Joko Widodo memahami betul kebutuhan negara untuk mencapai Visi Indonesia Digital (VID),” ungkapnya.
Baca juga : Prabowo: Pedagang Pasar Tradisional Punya Peran Penting Bagi Ekonomi Indonesia
Ketua Umum Asosiasi Analis Kebijakan Indonesia dan Pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahardiansyah memandang, penyatuan data semestinya dilakukan Indonesia sejak lama. Karena, penyatuan data, tidak hanya mendukung kinerja Pemerintah tetapi juga mengatasi masalah. Misalnya, penyaluran bansos di masa pandemi. Saat itu, pemerintah kesulitan mendapatkan data yang akurat tentang warga yang berhak menerima bansos.
“Keberadaan Sistem Data Indonesia bisa menyelesaikan masalah semacam itu,” ujarnya.
Baca juga : Daya Saing Indonesia Bakal Melesat…
Ia berharap, semua Kementerian/ Lembaga dan Pemda mendukung penuh kebijakan Satu Data Indonesia.
Dalam rangka melakukan penyatuan data, Kementerian kominfo tengah membangun PDN di tiga tempat, yakni Cikarang, Batam, dan IKN Nusantara.
Baca juga : Industri Kertas Hadapi Hambatan Perdagangan Di China, Ini Permintaan APKI
Proyek PDN Cikarang saat ini sudah berjalan dan ditargetkan akan rampung pada Oktober 2024. PDN ini akan menjadi pusat konsolidasi dan interoperabilitas data Pemerintah. Infrastruktur digital ini akan memiliki prosesor 25.000 core, storage 40 petabyte, dan memori 200 terabyte. Pusat data ini dibangun sesuai standar internasional Tier 4 dan water cooling system. Indonesia memiliki potensi menjadi negara maju melalui PDN.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Jumat 22/12/2023 dengan judul Kementerian Kominfo Kebut Pembangunan Pusat Data Nasional, Kinerja Pemerintah Bakal Makin Melesat
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.