BREAKING NEWS
 

PMI Manufaktur Melejit, Mendag: Ini Cerita Baik Buat Perekonomian

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : WAHYU SURYANI
Sabtu, 6 Februari 2021 16:18 WIB
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi/Kemendag

RM.id  Rakyat Merdeka - Tanda-tanda perbaikan ekonomi semakin nampak. Salah satunya, Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Januari 2021 berada di level 52,2 dari bulan sebelumnya 51,3. Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menganggap ini cerita baik buat perekonomian.

Lutfi mengatakan, pada dasarnya jika PMI Manufaktur lebih dari 50, itu menunjukkan ekonomi berkembang. Menurutnya, angka tersebut masih bisa dikerek lagi. 

“Saya melihatnya, memang naik. Tapi sebenarnya, mestinya tahun 2021 ini akan lebih tinggi lagi naiknya," ujar Lutfi kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Baca juga : PMI Manufaktur Melejit, Mendag: Cerita Baik Bagi Perekonomian

Tolok ukurnya sudah jelas. Lutfi menganggap kepercayaan masyarakat akan lebih tinggi untuk membelanjakan uangnya. Dengan begitu, roda perekonomian lebih cepat berputar. Belum lagi program vaksinasi yang tengah dikebut Pemerintah. Upaya ini otomatis memperbaiki struktur perindustrian.

Adsense

Sebagai catatan, peningkatan PMI manufaktur pada Januari merupakan bentuk nyata terhadap pemulihan sektor industri di tengah pandemi Covid-19, dan wujud dari ekspansifnya sektor manufaktur. 

Misalnya, perbaikan terlihat dari output dan permintaan baru yang berkembang pada laju semakin cepat dan kepercayaan bisnis yang mencapai level tertinggi selama empat tahun terakhir.

Baca juga : TC Bulan Maret, Timnas Wanita Mulai Cari Pemain

"Jadi, ini cerita yang baik. Prediksi saya, ini akan jauh lebih baik lagi, 2021 compare to 2020," cetus mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal itu.

Ketika PMI naik, Lutfi yakin betul output-nya akan jauh lebih baik. Salah satunya, kinerja ekspor. Sebab, pertumbuhan PMI manufaktur akan memperbaiki struktur ekspor yang lebih mumpuni. 

Dengan capaian ini, dia berharap suplai dan kinerja ekspor semakin baik. Angka-angkanya sesuai dengan perbaikan sendi-sendi perekonomian, setelah terkontraksi cukup dalam karena Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Baca juga : Bisnisnya Melejit, AFC Bantu Kerek Ekonomi Indonesia

"Harapan saya, ini merupakan awal dari perbaikan-perbaikan perekonomian nasional," pungkas Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat ini. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense