RM.id Rakyat Merdeka - Alat musik gamelan khas Indonesia telah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Komite Konvensi Warisan Budaya Tak Benda/WBTB UNESCO, yang digelar di Intangible Cultural Heritage, Paris, Rabu (15/12).
Dengan demikian, gamelan menjadi WBTB Indonesia kedua belas yang berhasil diinskripsi ke dalam daftar WBTB UNESCO.
Gamelan adalah alat musik tradisional yang sering ditemui di berbagai daerah di Indonesia, seperti misalnya di Bali, Madura, dan Lombok.
Alat musik ini diperkirakan sudah ada di Jawa sejak tahun 404 Masehi, dilihat dari adanya penggambaran masa lalu di relief Candi Borobudur dan Prambanan.
Baca juga : Kominfo Dan PANDI Gelar Selebrasi Digitalisasi Aksara Nusantara
Gamelan tidak hanya dimainkan dalam berbagai kegiatan tradisional dan ritual keagamaan, namun juga untuk pertunjukan seni. UNESCO mencatat nilai filosofi Gamelan sebagai salah satu sarana ekspresi budaya dan membangun koneksi antara manusia dengan semesta.
UNESCO juga mengakui bahwa gamelan, yang dimainkan secara orkestra, mengajarkan nilai-nilai harmoni, saling menghormati, mencintai dan peduli satu sama lain.
Sebelumnya, Indonesia telah menginskripsi sebelas elemen budaya lainnya sebagai WBTB UNESCO, yaitu Wayang (2008), Keris (2008), Batik (2009), Pendidikan dan Pelatihan Batik (2009), Angklung (2010), Tari Saman (2011), Noken (2012), Tiga Genre Tari Tradisional di Bali (2015), Seni Pembuatan Kapal Pinisi (2017), Tradisi Pencak Silat (2019), dan Pantun (2020).
Mendikbudristek Nadiem Makarim dalam sambutan melalui pesan video merasa bangga dengan penetapan gamelan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO. Sejak dahulu hingga kini, seni gamelan terus dipelajari, dikembangkan dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Baca juga : Ekspor TPT Terkendala Kelangkaan Kontainer Dan Bahan Baku
;
"Gamelan bahkan telah mewarnai khazanah seni musik di Indonesia. Tak hanya itu, musik gamelan juga telah memberi inspirasi dan pengaruh terhadap musik dunia," ujar Nadiem, Rabu (15/12).
Nadiem juga menyampaikan bahwa Indonesia akan terus melestarikan gamelan melalui pendidikan dan pelatihan secara formal dan non formal, melalui festival, pawai, pertunjukan, dan pertukaran budaya.
Baca juga : Ridwan Kamil Lagi Cari Parpol Buat Pilkada Nih, Ada Yang Minat?
Duta Besar RI untuk Prancis, Andorra, Monako dan Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, Mohamad Oemar menyampaikan bahwa gamelan telah lama dimanfaatkan sebagai aset Diplomasi.
Dubes Oemar berkomitmen untuk terus mempromosikan gamelan melalui berbagai aktivitas seperti pembelajaran gamelan untuk masyarakat asing dan pertukaran budaya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.