Sebelumnya
Rancangan anggaran itu dimaksudkan untuk mendanai produksi massal rudal jelajah yang diluncurkan dari daratan untuk menyerang kapal, dan rudal balistik seluncur dengan kecepatan tinggi versi baru yang mampu mengenai target di daratan.
Kemenhan Jepang juga mencari pendanaan untuk mengembangkan proyektil-proyektil lainnya, termasuk hulu ledak hipersonik.
Baca juga : Puan Ingatkan Ancaman Krisis Pertalite, Gus Falah Desak Regulasi Pro Rakyat
Namun, Kemenhan Jepang tidak menyebut lebih lanjut soal jangkauan senjata yang diusulkan. Juga tidak menyebut berapa banyak yang akan diproduksi. Namun, rudal-rudal itu kemungkinan mampu mencapai target di wilayah China jika dikerahkan di sepanjang gugusan pulau Okinawa bagian barat daya.
Jepang diketahui telah memesan rudal-rudal yang diluncurkan dari udara, termasuk Rudal Serangan Gabungan (JSM) buatan Kongsberg asal Norwegia dan Rudal Gabungan Udara-ke Permukaan Stand-Off (JASSM) dengan jangkauan hingga 1.000 kilometer.
Baca juga : Dandim Maybrat Tunjukkan Kekompakan Bersama Masyarakat
Kemenhan Jepang meminta peningkatan anggaran sebesar 3,6 persen menjadi 5,6 triliun yen per 1 April 2023. Tapi Kemenhan menyebut, angka itu akan meningkat setelah memperhitungkan biaya program pengadaan baru.
Pemerintahan Perdana Menteri (PM) Fumio Kishida akan menyetujui rancangan anggaran yang meningkat itu pada akhir tahun ini. Pada kesempatan itu, PM Kishida juga akan mengungkap perombakan strategi pertahanan utama dan rencana pengembangan militer Negeri Sakura.
Baca juga : Penyaluran BBM Bersubsidi Tepat Sasaran Harus Cepat Dilakukan
Kishida yang menggambarkan keamanan di Asia Timur ‘rapuh’ setelah Rusia menginvasi Ukraina, berjanji akan meningkatkan pengeluaran pertahanan untuk mempersiapkan Jepang menghadapi konflik regional. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.