Sebelumnya
Sebelumnya, Smotrich, membuat komentar pada sebuah konferensi pada Rabu (1/3), di tengah serentetan serangan mematikan pejuang Palestina atas perampasan tanah oleh pemukim Israel. Bagi Israel, aksi warga Palestina tersebut merupakan kekerasan yang tidak bisa ditolerir.
Pemukim Israel kemudian dilaporkan telah melemparkan batu ke rumah-rumah warga Palestina dan membakar gedung-gedung serta lusinan mobil. Ditanya tentang amukan pemukim Israel di desa Palestina di kota Huwara, yang oleh seorang jenderal Israel sebagai program (pembersihan etnis), Smotrich mengatakan bahwa Huwara memang perlu dimusnahkan.
Baca juga : Menperin Pede Industri Manufaktur Makin Moncer, Ini Alasannya
“Negara Israel perlu melakukannya, tetapi Tuhan bukan melarang individu,” tambah Smotrich.
Setelah membuat pernyataan tentang Huwara, Smotrich ngeles dan menyalahkan media. Dia berkilah, media keliru menafsirkan pernyataannya.
Baca juga : Kasus Penganiayaan Anak Tak Terkait Politik Identitas
“Saya berbicara, Huwara adalah desa sarang teroris,” ujarnya. Dia mengatakan, ada serangan-serangan melawan orang-orang Yahudi dilancarkan setiap hari.
“Saya mendukung respons tidak seimbang oleh militer Israel dan pasukan keamanan untuk setiap aksi terorisme. Termasuk deportasi keluarga-keluarga para teroris,” kata Smotrich.
Baca juga : Juara Carabao Cup, Setan Merah Lepas Kutukan
Smotrich dan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir bertentangan dengan pemerintahan Presiden AS Joe Biden atas kebijakan sayap kanan mereka. Ini termasuk janji mereka yang tidak ditepati, membekukan perluasan permukiman. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.