BREAKING NEWS
 

Warga Palestina Makin Terjepit, AS Kutuk Israel

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Jumat, 3 Maret 2023 06:06 WIB
Warga Palestina memeriksa sebuah rumah yang rusak dan mobil-mobil yang hangus terbakar di kota Huwara, dekat kota Nablus, Tepi Barat, 27 Februari 2023. (AP/Ohad Zwigenberg)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kekerasan terus dialami warga Palestina dalam sepekan terakhir. Tak hanya oleh pemukim Yahudi, tapi juga diperparah oleh pejabat Israel. Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich yang mendorong penghapusan kota Huwara, Nablus, Palestina.

Pemerintah Amerika Serikat (AS) pun mengutuk kekejaman Israel. Ini merupakan kecaman terbuka AS kepada Israel. Meski Washington adalah sekutu terdekat Tel Aviv, AS makin tegas menegur Israel seiring meningkatnya kekerasan di Tepi Barat.

Baca juga : Menperin Pede Industri Manufaktur Makin Moncer, Ini Alasannya

Serangan Israel yang mematikan di Nablus, Tepi Barat, menewaskan sedikitnya 11 warga Palestina pekan lalu dan melukai ratusan lainnya.

Kantor berita AFP mencatat, dalam satu tahun belakangan, lebih dari 200 warga Palestina dan setidaknya 40 orang Israel terbunuh di Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Dengan semakin dekatnya bulan suci Ramadan dan festival Paskah Yahudi, para mediator asing berusaha menurunkan ketegangan yang meningkat setelah sejumlah serangan militer Israel.

Baca juga : Kasus Penganiayaan Anak Tak Terkait Politik Identitas

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS, Ned Price mengatakan, pernyataan Smotrich sebagai pemicu kekerasan. G­edung Putih langsung menghubungi kantor Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu dan meminta agar Israel segera mengeluarkan pernyataan yang mengecam ucapan Bezalel Yoel Smotrich, politisi sayap kanan Israel, yang menjabat sebagai Menteri Keuangan.

“Kami mengutuk pernyataan provokatif yang berisi hasutan terhadap kekerasan. Komentar Menteri Keuangan Israel itu menjijikkan, tidak bertanggung jawab, dan menjijikkan,” ujar Price dikutip AFP, kemarin.

Baca juga : Juara Carabao Cup, Setan Merah Lepas Kutukan

Profesor Hubungan Internasional di Universitas John Hop￾mkins Baltimore, Amerika Serikat, Eugene Finkel, mengatakan, Smotrich sudah melakukan tindakan berbahaya.

Adsense

“Ucapannya ini bisa berdampak pada sebuah kekerasan besar di masa depan nanti,” ujarnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense