BREAKING NEWS
 

Duh, 2.000 Petugas Medis Di Jalur Gaza Nggak Punya Makanan Buka Puasa

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Selasa, 12 Maret 2024 16:18 WIB

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Kesehatan Palestina mengungkap, sebanyak 2.000 staf medis yang bekerja di rumah sakit di Jalur Gaza utara tidak memiliki makanan untuk berbuka puasa, di hari pertama Ramadan.

"Para personel medis sangat terdampak kelaparan yang melanda Jalur Gaza utara," kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan Ashraf al-Qudra seperti dikutip Anadolu, Selasa (12/3/2024).

Ashraf pun menyerukan organisasi bantuan internasional, untuk segera bergerak menyediakan makanan bagi staf medis.

Baca juga : Pesan Wapres Kepada Diaspora Selandia Baru: Ambil Ilmunya, Jangan Lupa Pulang

Bagi warga Palestina di Gaza yang memulai puasa pertama pada Senin (11/3/2024), Ramadan ini adalah bulan terberat bagi mereka karena dijalani di tengah pengungsian. Ditambah kekurangan makanan, air, dan aneka bahan pokok.

Israel melancarkan serangan militer mematikan di Jalur Gaza, sejak serangan lintas batas 7 Oktober oleh kelompok Palestina Hamas, yang menewaskan 200 orang.

Adsense

Lebih dari 31.100 orang Palestina, sebagian besar wanita dan anak-anak, telah terbunuh di Gaza. Lebih dari 72.700 lainnya terluka di tengah kehancuran massal dan kekurangan kebutuhan.

Baca juga : Satgas Pangan Polri Pastikan Harga Turun Sebelum Bulan Puasa

Israel telah memberlakukan blokade yang melumpuhkan di Jalur Gaza. Sehingga penduduknya, terutama di Gaza utara, di ambang kelaparan.

Kementerian Kesehatan Palestina memaparkan, setidaknya 27 orang kehilangan nyawa karena kekurangan gizi dan dehidrasi di Gaza akibat blokade.

Akibat perang, 85 persen warga Gaza kini tinggal di pengungsian, di tengah blokade yang melumpuhkan sebagian besar makanan, air bersih, dan obat-obatan. Sementara 60 persen infrastruktur kantong dilaporkan rusak atau hancur.

Baca juga : Evaluasi Penambangan Timah Di Babel, Kejagung Bakal Bentuk Satgas

Atas perang yang dilancarkannya, Israel dituduh melakukan genosida di Mahkamah Internasional.

Keputusan sementara pada Januari 2024, Tel Aviv diperintahkan untuk menghentikan tindakan genosida dan mengambil langkah-langkah, untuk menjamin lancarnya  bantuan kemanusiaan kepada warga sipil di Gaza.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense