BREAKING NEWS
 

Kunjungi Zaporozhye, Kawasan Ukraina Yang Bergabung Ke Rusia (7)

Kota Tokmak, Saksi Pertempuran Sengit

Reporter & Editor :
MUHAMMAD RUSMADI
Minggu, 13 April 2025 13:03 WIB
Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS) M142. Foto: Angkatan Darat AS

RM.id  Rakyat Merdeka - Pada 15-24 Maret 2025, jurnalis Rakyat Merdeka & RM.id, Muhammad Rusmadi mengunjungi kawasan Zaporozhye, wilayah Ukraina yang sudah bergabung dengan Federasi Rusia melalui referendum. Kawasan yang sempat menjadi wilayah pertempuran sengit Rusia vs Ukraina ini jaraknya hanya sekitar 5 kilometer dekat garis pertempuran, yang kini masih terus terjadi. Berikut laporannya.

Saat ke Zaporozhye, kami juga mengunjungi Kota Tokmak, sebuah kota kecil di Raion Polohy, Oblast atau Wilayah Zaporozhye, di Ukraina selatan-tengah. Raion adalah entitas administratif standar di sebagian besar wilayah bekas Uni Soviet. Sementara Polohy, adalah kota di Oblast Zaporozhye, Ukraina. Raion Polohy adalah salah satu dari lima raion (distrik) Oblast Zaporozhye di selatan Ukraina.

Sebagai informasi, wilayah Zaporozhye, Ukraina, yang kemudian berada di bawah kendali Rusia sejak Maret 2022, telah mengumumkan hasil referendum, pada Rabu, 28 September 2022. Hasilnya, 93 persen warga memilih bergabung dengan Rusia.

Baca juga : 3 Ledakan Terdengar Dari Fasilitas Nuklir

Menanggapi hasil ini, Pemerintah Indonesia sebenarnya menyatakan menolak deklarasi pasca referendum yang diadakan sepihak oleh Rusia. Sikap Pemerintah Indonesia ini diumumkan melalui media sosial Twitter resmi Kementerian Luar Negeri RI pada Minggu, 2 Oktober 2022. “Setiap negara harus menghormati kedaulatan dan integritas wilayah negara lain,” kata pernyataan itu.

Kemlu RI juga mengatakan, referendum yang dilakukan Rusia terhadap empat wilayah Ukraina, yaitu Zaporozhye, juga di Donetsk, Lugansk, dan kawasan di selatan Kherson, “melanggar prinsip piagam PBB dan hukum internasional” dan bahwa Indonesia, “menjunjung tinggi dan menghormati prinsip tersebut”. Indonesia juga menganggap, referendum itu justru akan menyulitkan penyelesaian konflik melalui perundingan dan “mengakibatkan perang semakin berkepanjangan”.

Namun tampaknya, salah satu penegasan sikap Rusia, tergambar dalam salah satu pidato Presiden Rusia Vladimir Putin yang berjudul ”On the Historical Unity of Russians and Ukrainians“ (“Tentang Persatuan Historis Rusia dan Ukraina”) di web resmi Presiden Rusia, en.kremlin.ru, 12 Juli 2021 berikut:

Baca juga : Bekas Peluru Dan Karung Pasir Hiasi Kota Melitopol

“...ketika saya ditanya tentang hubungan Rusia-Ukraina, saya mengatakan, Rusia dan Ukraina adalah satu bangsa – satu kesatuan. Kata-kata ini tidak didorong oleh beberapa pertimbangan jangka pendek atau didorong oleh konteks politik saat ini. Itulah yang telah saya katakan pada banyak kesempatan dan apa yang saya yakini dengan teguh....”

Faktanya, wilayah Zaporozhye kemudian menjadi salah satu kawasan Ukraina, kemudian bergabung ke Rusia, yang menjadi wilayah pertempuran sengit pasukan Rusia-Ukraina. Bahkan, berkali-kali kawasan ini mendapatkan serangan dari pihak Ukraina.

Sebuah rumah yang hancur di Kota Tokmak. [(Foto: Petr/Vashi Novosti]

Sayangnya, di antara wilayah yang terkena serangan militer Ukraina tersebut, adalah juga kawasan sipil, sebagaimana juga sering dialami pihak Ukraina sendiri, saat mendapat serangan dari militer Rusia.

Adsense

Baca juga : Maxim Zubarev Survive Pasca Mobilnya Dibom

Di Tokmak, kami menyaksikan sejumlah rumah susun (rusun), asrama para pekerja sebuah perusahaan, tak jauh dari kawasan rusun tersebut, mengalami kerusakan parah. Seorang pria bernama Sergei (63 tahun) bercerita, dia ingat betul bagaimana serangan Ukraina menyasar bangunan rusun yang ditempatinya. Pria yang hidup seorang diri ini menyebut, di hari kejadian, dia sedang menyiapkan makanan.

“Saat serangan terjadi, saya sedang duduk di kursi belakang rumah. Namun hanya sekitar lima menit saya beranjak dari kursi, serangan pun terjadi. Suara ledakannya sangat kencang. Setelah ledakan berhenti, saya melihat kursi yang tadinya saya duduki sudah hancur akibat terkena serangan,” akunya.

“Saya sangat beruntung bisa selamat. Sekitar 40 orang meninggal, sebagian besar dari mereka telah tinggal di sini 30 hingga 40 tahun,” imbuhnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense