BREAKING NEWS
 

Korban Siap Jalani Tes Kebohongan

Biden Makin Terpojok Isu Pelecehan Seksual

Reporter & Editor :
SRI NURGANINGSIH
Sabtu, 9 Mei 2020 07:26 WIB
Joe Biden (kiri) dan Tara Reade. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tara Reade, wanita yang melaporkan telah dilecehkan Joe Biden, mendesak tokoh Demokrat itu mundur dari pertarungan pemilu presiden menghadapi Donald Trump November nanti. Reade pun mengaku siap menjalani tes kebohongan untuk membuktikan tuduhannya.

Reade mengaku dilecehkan secara seksual saat dia menjadi staf Biden di Senat pada 1993. Reade menegaskan, tuduhannya bukanlah rekayasa. Dia bahkan siap melakukan uji kejujuran jika Biden juga menjalani tes serupa. Kini Reade tengah menempuh jalan hukum dan memakai jasa biro hukum Wigdor LLP di New York.

“Kami di biro hukum LLP yakin setiap korban pelecehan seksual memiliki hak hukum dan kami akan mewakili Reade sebagaimana kami mewakili korban pelecehan seksual lain,” jelas Douglas Wigdor dari biro hukum tersebut.

Dalam wawancara ekslusif dengan Megyn Kelly, Reade menegur Biden untuk tidak mencoreng wajah kepresidenan AS dengan tetap bertarung di pilpres. “Anda tidak seharusnya merusak karakter presiden AS. Saya berharap dia mengundurkan diri, tapi dia tidak melakukannya,” ujar Reade kepada Kelly dikutip USA Today.

Baca juga : Lion Air Batal Layani Penerbangan Dengan Izin Khusus

Ditanya apakah dia menginginkan permintaan maaf Biden, Reade tidak berharap banyak. “Lagipula saya rasa ini sudah terlambat,” ujarnya.

Reade, yang klaimnya dituding akalakalan saja, menegaskan kesiapannya untuk diuji kejujurannya dan diperiksa berulang kali mengenai tuduhannya kepada Biden. “Saya bukan penjahat. Joe Biden seharusnya menjalani tes kejujuran. Sejak kapan korban harus diberlakukan seperti penjahat,” ujar Reade saat ditanya apakah dia siap menjalani tes kejujuran dengan polygraph.

“Tapi saya siap menjalani tes itu, kalau Biden juga menjalani tes serupa,” janjinya.

Adsense

Sebelumnya, Biden, yang di wawancarai Tampa Bay News 9 membantah soal pelecehan seksual yang dituduhkan Reade. “Dengan tegas saya katakan itu tidak pernah terjadi,” tegas Biden.

Baca juga : Ditegaskan Kader Banteng, Tas Sembako Bantuan Presiden Bukan Pencitraan

Biden mengatakan, ada yang tidak konsisten dalam setiap pengakuan Reade. “Semua tuduhan itu tidak benar,” tegas Biden.

Tuduhan Reade telah menggoyahkan pencalonan Biden sebagai calon presiden dari Partai Demokrat. Tuduhan ini dimulai pada April saat Reade menyampaikan tuduhannya lewat podcast. Kakak Reade membenarkan tuduhan tersebut dengan alasan sang adik pernah membahas tindakan pelecehan yang terjadi pada tahun 90an.

Namun, sejumlah staf lain yang bekerja untuk Biden saat dia menjadi Senator dari De la ware mengatakan tuduhan Reade sangat tidak sesuai dengan Biden yang mereka kenal.

CNBC memberitakan, kelompok pendukung partai Republik dituding memang sengaja ingin memakai kasus pelecehan seksual sebagai alat untuk men jatuhkan Biden.

Baca juga : Dengan Sistem Jaga Jarak, Kaji Terap Kementan Tetap Dilaksanakan

Namun, biro hukum yang membela Reade mengatakan bahwa mereka bukanlah “pesanan politik.”

“Ada banyak kasus pelecehan yang kami layani kasusnya. Semua kami bantu dan mem berikan layanan konseling untuk korban,” jelas Wigdor.

“Seperti yang pernah diucapkan Biden bahwa ‘percaya pada wanita berarti mempercayai apa yang mereka ucapkan’. Kami akan serius menindaklanjuti klaim Reade. Kami akan bantu dia,” tegas Wigdor.

“Kami melakukan ini semua karena ingin mewakili kaum perempuan yang dilecehkan. Kami bukan suruhan politik,” tegasnya. [DAY]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense