BREAKING NEWS
 

Diteror Junta Siang Dan Malam

Warga Myanmar Kabur Ke India

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Senin, 8 Maret 2021 05:05 WIB
Seorang demonstran terluka dalam unjuk rasa antikudeta di Mandalay, Myanmar. Foto ini diambil 20 Februari 2021. (Foto : REUTERS/Stringer Reuters).

 Sebelumnya 
Demonstrasi antikudeta telah menyebar di seluruh Myanmar sejak kudeta 1 Februari lalu yang menggulingkan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi. Pasu­kan keamanan membubarkan demonstran dengan melancar­kan tembakan hingga menewas­kan 55 orang.

Lebih dari 1.700 orang te­lah ditahan junta pada Sabtu, menurut angka dari kelompok advokasi Asosiasi Bantuan Tahanan Politik (AAPP). Angka itu tidak termasuk untuk penahanan semalam.

Baca juga : Myanmar Dibombardir Sanksi

“Pasukan keamanan memasu­ki daerah permukiman dan mencoba untuk menangkap pengunjuk rasa lebih lanjut. Mereka menembaki ke arah rumah, menghancurkan banyak (rumah),” kata AAPP dalam sebuah pernyataan.

Para pengunjuk rasa menun­tut pembebasan Suu Kyi dan penghormatan pada pemilu No­vember yang dimenangkan par­tainya, Partai NLD. Tetapi tentara menuding pemilu curang. Junta menegaskan akan mengadakan pemilihan demokratis pada tang­gal yang belum ditentukan.

Baca juga : Rekor Dunia, Orang Korea Selatan Paling Ogah Melahirkan

Inginkan Hubungan Baik

Pelobi Israel-Kanada Ari Ben-Menashe, yang dipekerjakan junta Myanmar, mengatakan kepada Reuters, para jenderal ingin meninggalkan politik dan berusaha untuk meningkatkan hubungan dengan Amerika Serikat dan menjauhkan diri dari China.

Baca juga : Kecuali Etnis Rohingya, Malaysia Deportasi 1200 Warga Myanmar

Ben-Menashe mengaku, dia juga telah ditugaskan untuk mencari dukungan Arab. Hal ini terkait rencana pemulangan pengungsi Rohingya yang berjumlah ratu­san ribu, di antaranya diusir dari Myanmar pada 2017 dalam tinda­kan keras militer setelah serangan pemberontak. [DAY]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense