RM.id Rakyat Merdeka - Sri Lanka berduka. Teror bom menghancurkan tiga gereja dan lima hotel. Korban jiwa terus berjatuhan. Hingga tadi malam pukul 22.00 WIB, 207 orang dilaporkan tewas. Ratusan lainnya terluka.
“Secara keseluruhan kami memiliki informasi 207 orang tewas dari semua rumah sakit (yang merawat korban). Menurut informasi yang ada sekarang, ada 450 orang yang terluka dan dirawat di rumah sakit,” kata Jubir Kepolisian Ruwan Gunasekera kepada wartawan di Kolombo, dikutip dari AFP, kemarin.
Tragedi ini terjadi sedari pagi hing- ga sore hari. Kala pagi, tiga gereja dibom di saat umat Kristiani sedang merayakan Paskah. Berdasarkan foto-foto yang dilansir, tiga gereja: St. Anthony di Kolombo, St. Sebastian di Kota Negombo, kemudian satu gereja lagi di Kota Batticaloa. Atap gereja hancur, darah-darah bercucuran di bangku jamaah. Begitu kondisi gereja-gereja itu.
Baca juga : Ledakan Gereja Dan Hotel Di Sri Lanka Tewaskan 156 Orang
Selain tempat ibadah, tiga hotel populer di Sri Lanka juga jadi target pengeboman yakni Hotel Shangri-La, Cinnamon Grand dan Hotel Kingsbury. Ledakan pertama dilaporkan terjadi di Gereja St. Anthony di Kolombo dan St. Sebastian di Kota Negombo di luar ibukota.
Setelah itu, polisi mengonfirmasi tiga hotel kelas atas di ibukota juga menjadi target ledakan bersama dengan satu gereja lagi di Kota Batticaloa, di timur Sri Lanka. Tiga hotel yang dimaksud adalah Hotel Shangri-La, Cinnamon Grand dan Hotel Kingsbury. Enam ledakan awal pada pagi hari dilaporkan menewaskan 35 warga negara asing yang berasal dari Inggris, AS, Belanda dan Portugal. Mengutip laman News18, dua serangan yang menghantam Sri Lanka diduga dilakukan pelaku bom bunuh diri. Kedua pelaku teridentifikasi berinisial ZH, yang melancarkan aksi di Hotel Shangri-La dan AM yang menyerang Gereja Batticalao.
Kepala Polisi Sri Lanka telah memperingatkan 10 hari sebelum teror, bahwa kelompok ekstrimis merencanakan pemboman bunuh diri di gereja-gereja terkemuka. Tetapi belum jelas siapa yang bertanggung jawab atas serangan itu dan tidak ada yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.
Baca juga : Cerai Dari Bos Amazon, MacKenzie Jadi Wanita Terkaya Ketiga Dunia
“Duka Sri Lanka menjadi duka du- nia. Sejumlah negara turut prihatin. Perdana Menteri Inggris, Theresa May menggambarkan, serangan tersebut mengerikan. Dia meminta kepada seluruh pihak berdiri bersama memastikan semua orang bisa menjalankan keyakinannya dalam damai.
Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte juga menyampaikan hal serupa melalui Twitter. “Kabar menyedihkan dari Sri Lanka tentang serangan berdarah di hotel dan gereja-gereja pada Minggu Paskah ini. Doa dan pikiran kami bersama para korban juga keluarganya,” cuit Rutte.
Presiden Jokowi juga mengecam keras serangan bom di Sri Lanka. “Indonesia mengecam keras serangan bom di beberapa tempat di Sri Lanka, hari ini. Atas nama seluruh rakyat Indonesia, saya juga menyampaikan duka cita yang mendalam kepada Pemerintah Sri Lanka dan seluruh keluarga korban. Semoga korban yang luka-luka dapat segera pulih,” cuitnya di akun Twitter @jokowi.[BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.