Sebelumnya
Vaksin Sinovac-CoronaVac adalah vaksin yang terbuat dari bahan inaktif atau virus yang telah dilemahkan.
Persyaratan penyimpanannya yang mudah, membuat vaksin ini sangat mudah dikelola. Sangat cocok untuk pengaturan sumber daya rendah.
Baca juga : Sophia Weber, Dapat Ciuman Dari Havertz
Tinjauan menyeluruh terhadap vaksin ini, juga telah dilakukan oleh Kelompok Ahli Penasihat Strategis WHO tentang Imunisasi (SAGE).
Atas temuan dan bukti-bukti tersebut, WHO merekomendasikan vaksin Sinovac-Coronavac untuk orang dewasa berusia 18 tahun ke atas, dalam jadwal dua dosis dengan interval 2 hingga 4 minggu.
Baca juga : Ajukan Praperadilan, RJ Lino Minta Dikeluarkan Dari Rutan KPK
Vaksin ini memiliki efektivitas 51 persen dalam mencegah penyakit Covid bergejala. Serta mampu mengurangi derajat keparahan serta risiko rawat inap, hingga 100 persen dalam populasi yang diteliti.
WHO tidak merekomendasikan batas usia atas untuk vaksin Sinovac-Coronavac. Alasannya, data yang dikumpulkan selama penggunaan berikutnya di banyak negara plus data imunogenisitas yang mendukung, menunjukkan bahwa vaksin ini memiliki efek perlindungan pada orang lanjut usia.
Baca juga : Sinovac Siap-siap Dapat Izin Darurat Dari WHO, Paling Cepet Minggu Depan
"Tidak ada alasan untuk percaya bahwa vaksin memiliki profil keamanan yang berbeda, pada populasi yang lebih tua dan lebih muda," demikian pernyataan WHO.
Organisasi yang dipimpin Tedros Adhanom Ghebreyesus ini merekomendasikan negara-negara, untuk melakukan pemantauan keamanan dan efektivitas. Agar dapay memverifikasi dampak yang diharapkan. Serta berkontribusi memberikan rekomendasi lebih kuat untuk semua negara. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.