BREAKING NEWS
 

Menghemat Politik Identitas (39)

Menyikapi Komunitas LGBT (3): Antara Kodrat Dan Pilihan

Sabtu, 24 September 2022 06:29 WIB
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Dengan demikian, secara fisik-biologis laki-laki dan perempuan tidak saja dibedakan oleh identitas jenis ke­lamin, bentuk dan anatomi biologis lainnya, melainkan juga komposisi kimia dalam tubuh.

Baca juga : Menyikapi Komunitas LGBT (2): Antara Kodrat Dan Pilihan

Perbedaan yang terakhir ini menimbulkan akibat-akibat fisik-biologis, seperti laki-laki mempunyai suara yang lebih besar, berkumis, berjenggot, pinggul lebih ramping, dada yang datar. Sedangkan perempuan mempunyai suara lebih bening, buah dada menonjol, pinggul umumnya lebih lebar, dan organ reproduksi yang amat berbeda dengan laki-laki.

Baca juga : Menyikapi Komunitas LGBT (1)

Orang yang memahami anatomi tubuh manusia berikut kemungkinan terjadinya penyimpangan genetik dengan segala akibatnya, tidak mudah menghakimi keberadaan komunitas LGBT. Boleh jadi di antara mereka menjadi komunitas LGBT bukan karena pilihan, tetapi terpaksa.

Baca juga : Menghargai Kepemimpinan Perempuan (2)

Umumnya, mereka mendambakan menjadi manusia “nor­mal” seperti halnya manusia lain, tetapi Tuhan memberinya lain. Itulah sebabnya dalam fikih Islam muncul konsep Fikih Khuntsa, yang membahas secara khusus tentang status hukum komunitas yang mengalami penyimpangan genetik tadi. (Akan dibahas dalam artikel mendatang). ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense