Sebelumnya
Sejarah RRT mungkin memiliki banyak persamaan dengan sejarah Indonesia, penuh liku-liku yang pahit dan korban jiwa. Bedanya, kita dijajah satu negara selama 3 abad, yaitu Belanda. China dijajah oleh sejumlah negara asing sebelum terlibat perang saudara dengan sesama bangsa, yaitu kelompok nasionalis pimpinan Chiang Kai-sek. Maka, China selama puluhan tahun, bahkan ratusan tahun dicabik-cabik oleh perpecahan dan pergantian dinasti yang tiada henti-hentinya.
Bangsa asing, khususnya Amerika, sejak awal tampaknya tidak menghendaki persatuan China karena “perspektif ketakutan” di mata asing bahwa China yang bersatu dan kuat akan membahayakan perdamaian internasional.
Baca juga : Penegakan Hukum Sedang MembleĀ
Maka, RRT pun berkali-kali digoyang setelah merdeka pada 1 Oktober 1949. Revolusi Kebudayaan berlangsung 10 tahun, menelan korban jutaan rakyat.
Revolusi ini diinisiasi oleh Ketua Mao. Ia menuding anasir-anasir kapitalistis telah mengotori komunsme China dan segala aspek kehidupannya. Maka, Revolusi Kebudayaan dilancarkan untuk membersihkan anasir-anasir borjuis di semua aspek kehidupan di China. Siapa saja yang “distempel” telah menyimpang jauh tingkah-laku dan pendangannya dari ideologi komunisme, langsung disuruh kerja paksa, dicuci otaknya atau dieksekusi mati…….
Baca juga : Jangan Benturkan Panglima Dengan KASAD
Reviolusi Kebudayaan berakhir pada 1976, hampir bertepatan dengan wafatnya Ketua Mao. Pada pertengahan decade 80-an, China diguncang lagi oleh tuntutan mahasiswa akan kebebasan. Lapangan Tian An-men pada 1985-1986 dibanjiri aksi-aksi demo yang kian hari kian membesar. Tatkala Deng melihat aksi kebebasan mahasiswa, pelajar dan guru sudah berada pada tingkat bahaya, ia perintahkan tentara untuk melumpuhkan ” aksi kebebasan yang sudah kebablasan itu. Konon sekitar 3 juta penduduk tewas oleh tindakan keras Tentara pembebasan China.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.