Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Keberadaan faham radikalisme setingkat di bawah terorisme dan sudah jelas menodai keluhuran ajaran agama, khususnya agama Islam. Dalam Kamus Besar bahasa Indonesia, radikalisme diartikan sebagai paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis. Dalam Ensiklopedi Indonesia dijelaskan “radikalisme” adalah semua aliran politik, yang para pengikutnya menghendaki konsekuensi yang ekstrim, setidak-tidaknya konsekuensi yang paling jauh dari pengejawantahan ideologi yang mereka anut.
Dua pengertian radikalisme di atas diketahui bahwa radikalisme adalah upaya perubahan dengan cara kekerasan, drastis dan ekstrim. Kamus ilmiah populer karya Pius A Partanto dan M. Dahlan Al-Barry mendefinisikan radikalisme sebagai faham politik kenegaraan yang menghendaki adanya perubahan dan perombakan besar sebagai jalan untuk mencapai taraf kemajuan. Dalam definisi terakhir ini, “radikalisme” cenderung bermakna perubahan positif.
Radikalisme dalam arti populer ialah suatu faham yang mempunyai keyakinan ideologi tinggi dan fanatik serta selalu berjuang untuk menggantikan tatanan nilai dan sistem yang sedang berlangsung. Mereka berusaha untuk mengganti dengan tatanan nilai tersebut dengan tatanan nilai baru sesuai dengan apa yang diyakininya sebagai tatanan nilai benar. Radikalisme merupakan suatu kompleksitas nilai yang tidak berdiri sendiri melainkan ikut ditentukan berbagai faktor; termasuk faktor ekonomi, politik, dan pemahaman ajaran agama.
Radikalisme bisa meningkat menjadi terorisme manakala pemerintah atau masyarakat salah dalam menanganinya. Sebaliknya radikalisme yang dibina dan disalurkan melalui kegiatan positif maka hasilnya juga positif. Pertanyaannya sekarang, bagaimana memahami dan mendalami setiap gerakan yang menjurus kepada kelompok atau faham radikalisme?
Baca juga : Adat Bersendi Syara’, Sara Bersendi Kitabullah (2)
Ada tiga basis radikalisme yang menggejala di negeri kita akhir-akhir ini dan sudah barang tentu menjadi tantangan bagi pembinaan umat, yaitu radikalisme agama, radikalisme pasar bebas, dan radikalisme politik. Radikalisme berbasis agama ditandai dengan menguatnya ideologi aliran keagamaan, seperti maraknya aksi-aksi terorisme, bangkitnya kembali isu Negara Islam Indonesia (NII), terutama ISIS yang akhir-akhir ini marak dalam pemberitaan. Yang perlu dicermati ialah jika terjadi suatu kondisi menyebabkan menyatunya kelompok radikalisme local dan radikalisme trans nasional, seperti isu khilafah yang diusung ISIS.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.