Sebelumnya
Sejarah mencatat, salah satu kontribusi terbesar Bung Karno terhadap geopolitik global adalah konsep Non-Blok. Pada Konferensi Asia-Afrika tahun 1955 di Bandung, Indonesia, Bung Karno dan para pemimpin negara Asia dan Afrika lainnya mengusulkan prinsip non-blok sebagai panduan bagi negara-negara berkembang dalam urusan geopolitik.
Ini adalah reaksi terhadap Perang Dingin dan berusaha untuk menjaga kemerdekaan negara-negara berkembang dalam memilih jalur politik mereka tanpa terjebak dalam blok-blok besar seperti NATO atau Pakta Warsawa. Konsep Non-Blok menjadi penting dalam geopolitik global.
Baca juga : KTT Ke 43 ASEAN: Geostrategi Baru Di Era Endemi Covid-19
Bung Karno juga memainkan peran dalam diplomasi regional, khususnya dalam penyelesaian konflik di Asia Tenggara. Salah satu contoh terkenal adalah perannya dalam menengahi konflik antara Malaysia dan Indonesia pada awal 1960-an. Hal ini menunjukkan pengaruhnya dalam mengelola geopolitik di kawasan ini.
Dengan pandangan dan tindakan geopolitiknya, Bung Karno memainkan peran penting dalam mengarahkan Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya dalam arena geopolitik global pada masanya. Konsep Non-Blok yang ia usulkan, dalam kaitannya dengan politik luar negeri Indonesia pada saat itu, tetap menjadi warisan penting dalam diplomasi internasional dan geopolitik global.
Baca juga : Geopolitik Demokrasi Kata Hati: Menyerap Ideologi Pancasila
Sebagai seorang pemimpin negara besar dan luas, Bung Karno berusaha memperkuat peran Indonesia dalam organisasi internasional seperti PBB. Upaya-upaya ini memperlihatkan bagaimana negara-negara baru seperti Indonesia berupaya untuk mencapai dampak geopolitik yang signifikan di tingkat global.
Indonesia bukan hanya pemimpin di ASEAN, tetapi juga berperan penting dalam diplomasi global. Negara ini adalah salah satu pendiri Gerakan Non-Blok dan berperan aktif dalam Konferensi Asia-Afrika. Dalam hal perdamaian dan stabilitas global, Indonesia adalah anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Baca juga : Momentum Geopolitik KTT Ke 43 ASEAN
Jadi jelaslah bahwa Indonesia punya posisi mempengaruhi masa depan ASEAN, juga dunia. Dengan populasi yang besar dan ekonomi yang terus tumbuh, Indonesia memiliki potensi untuk menjadi pemimpin ekonomi dan politik yang semakin berpengaruh. Dengan demikian, Indonesia memainkan peran yang semakin penting dalam ASEAN dan dunia.
Oleh: PROF. DR. ERMAYA SURADINATA, SH, MH, MS
Mantan Dirjen Sospol Depdagri RI, Rektor IPDN, dan mantan Gubernur Lemhannas RI
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.