BREAKING NEWS
 

Bhinneka Tunggal Ika: Semboyan Dunia Dalam Kerangka Ideologi Pancasila

Kamis, 21 September 2023 06:34 WIB
Prof. Dr. Ermaya Suradinata

 Sebelumnya 
Sedangkan dalam konteks geopolitik, Bhinneka ­Tunggal Ika dapat diinterpretasikan sebagai dukungan terhadap kerja­sama lintas-batas dan diplo­masi multilateral. Hal ini juga mencerminkan semangat Indonesia untuk berperan dalam menjaga perdamaian dan kerjasama regional serta global, yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.

Bersamaan pula bahwa ­Bhinneka Tunggal Ika adalah pesan yang relevan dalam budaya global yang semakin terhubung. Hal ini mengharuskan warga dunia memahami betapa pen­tingnya toleransi, penghargaan terhadap perbedaan, serta makna perdamaian dalam dunia yang semakin beragam.

Adsense

Ingatlah bahwa di dunia yang semakin terhubung ini, toleransi adalah kunci untuk menjaga perdamaian global. Oleh karenanya menerima perbedaan, dan menjalankan dialog yang konstruktif, dapat membantu mengurangi konflik antarbangsa. Dan ini pada gilirannya bisa menjadi sumber kekuatan, di mana semakin jelas bahwa menerima dan memanfaatkan keragaman budaya, sumber daya, dan per­spektif, sudah menjadi kebutuhan global.

Baca juga : Membaca Geopolitik dan Geostrategi Jakarta

Dengan demikian Bhinneka Tunggal Ika juga mampu menunjukkan bahwa keragaman: sumber kekuatan ketimbang sumber konflik. Maka negara-negara di seluruh dunia tidaklah bid’ah guna mengambil inspirasi dari konsep ini, demi memaksimalkan potensi keragaman mereka. Soalnya dari sini juga dapat memberikan energi meningkatkan pemberdayaan masyarakat. Dalam era globalisasi, pastilah hal menjadi kebutuhan utama pula.

Selain itu konsep Bhinneka Tunggal Ika juga mencerminkan semangat diplomasi dan me­diasi. Negara-negara yang menerapkan prinsip ini, karuan saja dapat menjadi mediator yang efektif dalam menyelesaikan konflik regional dan internasional. Dan ini pada gilirannya dapat menyumbang kepada stabilitas global.

Maka komitmen negara-­negara di dunia yang (sudah) menganut konsep Bhinneka Tunggal Ika, bakal mandiri dan lincah untuk menjadi mediator dalam konflik regional maupun global yang melibatkan keragaman etnis atau agama. Contoh nyata dalam hal ini adalah Indonesia, di mana negara menganut konsep Bhinneka Tunggal Ika begitu mandiri dan lincah berperan dalam diplomasi internasional.

Baca juga : Aktualisasi Peran Ideologi Pancasila Di Era Globalisasi

Pantaslah Indonesia menjadi contoh demikian, ­karena Indonesia bukan kemarin sore mengusung konsepsi dan mengimplementasikan Bhinneka Tunggal Ika. Dengan demikian teramat sangat tahu apa faedah­nya, dan ini dipetik oleh negara-negara lain bukanlah suatu hal utopia. Di mana faedahnya yang diperlihatkan Indonesia antara lain adalah, Bhinneka Tunggal Ika memiliki implikasi dan manfaat yang signifikan bagi Indonesia dalam hubungannya dengan negara-negara lain.

Di sinilah pula faedahnya bahwa Bhinneka Tunggal Ika dapat memengaruhi geopolitik, di mana Bhinneka Tunggal Ika mencerminkan semangat to­leransi dan persatuan dalam keragaman –dipakai sebagai landasan pendekatan diplomasi internasional dan mediasi konflik kawasan, regional, maupun global. Indonesia penganut paham Bhinneka Tunggal Ika membuktikannya mampu berperan sebagai mediator yang efektif dalam konflik antar­negara yang melibatkan perbedaan etnis, agama, atau budaya.

Konsep Bhinneka Tunggal Ika yang juga mencerminkan se­mangat untuk bekerja sama dengan negara-negara tetangga. Hal ini diimplementasikan demi mencapai tujuan bersama dan memelihara perdamaian dan stabilitas di kawasan Asia ­Tenggara, termasuk dalam hubungan bila­teral Indonesia dengan negara-negara lain. Tentulah ini menciptakan citra positif bagi Indonesia sebagai negara yang mampu mengelola keragaman dengan baik dan mempromosikan perdamaian. Ini dapat mempengaruhi hubungan dagang, diplomasi, dan investasi.

Baca juga : SIM Keliling Jakarta 11 September, Hadir Di 5 Lokasi

Indonesia memiliki aspirasi untuk memainkan peran yang lebih besar dalam diplomasi global dan organisasi internasional. Bhinneka Tunggal Ika mencerminkan komitmen Indonesia terhadap nilai-nilai seperti toleransi, keadilan, dan perdamaian, yang dapat memperkuat peran dan pengaruhnya dalam orga­nisasi-organisasi seperti PBB. Juga Indonesia memanfaatkan Bhinneka ­Tunggal Ika sebagai landasan untuk mendukung dan mempro­mosikan hak asasi manusia dalam hu­bungannya dengan ­negara-negara lain. Ini men­ca­kup pendekatan terhadap isu-isu seperti perlindungan mino­ritas dan kebebasan beragama.

Pendeknya, dalam konteks geopolitik, Bhinneka Tunggal Ika adalah aset penting bagi Indonesia. Ini memungkinkan negara ini untuk memainkan peran yang lebih besar dalam perdamaian, stabilitas, dan kerja­sama regional dan global. Konsep ini juga memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang berkomitmen terhadap nilai-nilai demokrasi, toleransi, dan keadilan, yang dapat memenga­ruhi dinamika geopolitik di Asia Tenggara dan di seluruh dunia.

Prof. Dr. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS, adalah mantan Gubernur Lemhannas RI.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense