Sebelumnya
Di mana serangan siber antara AS dan China akan mendapatkan perhatian internasional yang signifikan. Dan Indonesia, sebagai negara anggota PBB dan ASEAN, sangat boleh jadi terlibat dalam diskusi internasional dan diplomasi untuk mengatasi ketegangan tersebut. Kedekatan Indonesia dengan AS dan Tiongkok dalam hubungan bilateralnya, dengan begitu dapat ujian berat.
Di sinilah Indonesia harus mencari cara untuk menjaga hubungan yang baik dengan kedua negara tersebut –sambil menjaga kedaulatan dan kepentingan nasionalnya. Sehingga Indonesia akan memperkuat kebijakan keamanannya, terutama dalam hal pertahanan siber. Hal ini bisa melibatkan Angkatan Siber.
Dengan demikian Angkatan Siber adalah komponen penting dalam menjaga keamanan nasional Indonesia di era digital. Dengan meningkatnya ancaman siber, perlindungan terhadap infrastruktur kritis, data pemerintah, dan kepentingan nasional lainnya harus menjadi prioritas. Maka Indonesia, seperti banyak negara lainnya, memiliki ketergantungan pada teknologi asing, adanya Angkatan Siber dapat membantu negara ini menjadi lebih mandiri dalam hal keamanan siber, dan mengurangi risiko yang mungkin timbul dari bergantung pada teknologi asing.
Dan juga sebagai anggota ASEAN dan negara di Asia-Pasifik, Indonesia dapat memainkan peran penting dalam kerja sama regional dalam hal keamanan siber. Angkatan Siber dapat berkontribusi pada upaya bersama untuk mengatasi ancaman siber di kawasan ini.
Baca juga : Perang Ideologi Dalam Era Globalisasi
Pada bagian lain harus pula diketahui bahwa AS memiliki salah satu angkatan siber terbesar dan paling maju di dunia. Mereka memiliki peran aktif dalam pertahanan siber, intelijen siber, dan operasi siber. AS juga memiliki pendekatan yang sangat terstruktur dalam pertahanan siber, termasuk pembentukan Cyber Command. Sementara itu China memiliki kebijakan yang kuat dalam pengembangan kekuatan siber. Mereka memiliki Angkatan Siber China yang kuat, dan telah diketahui terlibat dalam serangan siber di tingkat nasional dan internasional.
Perbandingan dengan negara-negara ini menunjukkan bahwa banyak negara telah mengambil langkah serius dalam pembentukan kekuatan siber yang kuat. Sementara Indonesia masih berkembang dalam hal ini, langkah-langkah menuju pembentukan Angkatan Siber adalah langkah yang penting dan relevan dalam mengatasi ancaman siber modern. Keberadaan Angkatan Siber akan membantu Indonesia menjaga kedaulatan teknologi, melindungi kepentingan nasional, dan berkontribusi pada keamanan siber regional dan global.
Sebetulnya ada negara-negara yang sebanding dengan Indonesia dalam hal pembentukan Angkatan Siber dan tantangan keamanan siber, antara lain Brasil, India, Meksiko, dan Afrika Selatan. Sebutlah Brasil, adalah negara dengan populasi besar dan ekonomi yang berkembang pesat. Mereka telah menghadapi serangan siber yang signifikan dan memiliki kebijakan dan lembaga keamanan siber yang semakin berkembang. Mereka juga mempertimbangkan pembentukan Angkatan Siber untuk mengatasi ancaman siber yang semakin kompleks.
Begitu pula India. Negara ini telah menjadi target serangan siber yang signifikan, maka India telah mengambil langkah-langkah untuk memperkuat pertahanan siber dan bekerja sama dengan negara-negara lain dalam hal keamanan siber. Halnya demikian pula dengan Meksiko. Negara ini semakin terhubung secara digital, dan serangan siber telah menjadi masalah yang berkembang di sana.
Baca juga : Etika Pemerintahan, Geopolitik Menuju Pemilu 2024
Pemerintah Meksiko telah meningkatkan fokus pada keamanan siber dan mempertimbangkan pembentukan Angkatan Siber. Sementara itu Afrika Selatan, negara di benua Afrika yang memiliki ekonomi terbesar dan infrastruktur digital yang berkembang, juga menghadapi ancaman siber. Namun ia telah mengambil langkah-langkah dalam memperkuat pertahanan siber nasional.
Semua negara-negara ini memiliki tantangan serupa dengan Indonesia dalam hal keamanan siber. Maka pentingnya pembentukan Angkatan Siber untuk melindungi kepentingan nasional dan infrastruktur kritis menjadi relevan. Mereka juga berusaha untuk meningkatkan kerja sama regional dan internasional dalam mengatasi ancaman siber. Dalam hal ini, kolaborasi dan pertukaran informasi antara negara-negara sebanding dapat membantu meningkatkan pertahanan siber secara keseluruhan di kawasan.
Tidak kalah penting pula dari semua itu, harus pula dipahami bahwa dampak geopolitik dari serangan siber antara AS dan Tiongkok akan sangat bergantung pada perkembangan situasi yang sebenarnya. Dan keterlibatan Indonesia dalam situasi semacam ini akan sangat dipengaruhi oleh kebijakan luar negeri, ekonomi, dan keamanannya sendiri.
Maka penting bagi Indonesia untuk menjaga fleksibilitas dalam kebijakan luar negerinya, serta meningkatkan kemampuan keamanan sibernya agar dapat merespons ancaman serangan siber dengan efektif.
Baca juga : Bhinneka Tunggal Ika: Semboyan Dunia Dalam Kerangka Ideologi Pancasila
Prof. Dr. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS, adalah mantan Gubernur Lemhannas RI.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.