BREAKING NEWS
 

Teologi Lingkungan Hidup (27)

Relasi Tuhan dan Alam: Keberadaan Tuhan (8): Perspektif Agama Budha (2)

Rabu, 11 Oktober 2023 06:10 WIB
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Jika Ia digambarkan dalam benak tentang sosok Tuhan yang dimaksud maka pasti bukan Dia, karena yang maha Dia adalah tidak pernah terwujud dalam ­keterbandingan atau ke­takterbandingan. Sang Dia yang dilukiskan dalam ber­bagai kearifan lokal, termasuk keper­cayaan Bugis (baca: etinik Bugis, Makassar, dan Mandar) pra Islam yang percaya ­kepada hanya satu Tuhan, yang dikenal dengan istilah Dewata ­Sewwae.

Baca juga : Relasi Tuhan Dan Alam: Keberadaan Tuhan (7): Perspektif Agama Hindu (2)

Meskipun disebut Dewata ­Sewwa, anggota masyarakat tidak bisa memujanya secara langsung tetapi harus melalui dewa-dewa pembantunya melalui tradisi adat leluhur ­(Attoriolong). Dalam pelaksanaan adat Attoriolong ini juga dilibatkan perangkat adat yang juga berfungsi sebagai tokoh spiritual di bawah Raja.

Baca juga : Relasi Tuhan dan Alam: Keberadaan Tuhan (6): Perspektif Hindu (1)

Kepercayaan Attoriolong menganggap Matahari dan Bulan itu sebagai Dewa. Karena itu, sejarah tradisi Bugis juga pernah melakukan pemujaan terhadap Arajang (Bugis) atau Kalompoang (Makassar) yang berarti kebesaran, yaitu melakukan upacara pemujaan terhadap benda-benda yang dianggap sakti, keramat dan memiliki nilai magis. Benda-benda tersebut adalah milik raja seperti tombak, keris, badik, perisai, payung, patung dari emas dan perak, kalung, piring, jala ikan, gulungan rambut, dan lain-lain. Kepercayaan dan kearifan lokal di dalam kepulauan Nusantara ini juga mengungkapkan hal yang sama, seperti sejumlah faham keagamaan yang bertebaran di pulau Jawa.

Baca juga : Relasi Tuhan dan Alam: Keberadaan Tuhan (5): Perspektif Kristen

Intinya ialah ke­selarasan hidup antara manusia dan alam semesta merupakan keselarasan hidup dengan Yang Maha Agung.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense