BREAKING NEWS
 

Dinamika Pergeseran Geopolitik Ke Asia Timur

Kamis, 12 Oktober 2023 06:52 WIB
Prof. Dr. Ermaya Suradinata

 Sebelumnya 
Dalam konteks Asia ­Tenggara, pergeseran geopolitik ke arah Asia Timur juga memiliki dampak signifikan. Asia Tenggara merupakan wilayah yang strategis dan berperan penting dalam geopolitik regional dan global karena sejumlah faktor. Sebutlah pula antara lain adanya beberapa negara di Asia Tenggara, seperti Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Thailand, memiliki ekonomi yang terus tumbuh dan ber­kembang.

Oleh karena itu ma­nakala ditinjau dalam aspek keman­dirian dan aspek kekuatan Indonesia, maka konteks pergeseran geopolitik ke arah Asia Timur dan Asia Tenggara, memperjelas Indonesia memiliki ekonomi yang besar dan berkembang pesat, yang merupakan aset pen­ting dalam upaya meningkatkan kemandirian ekonomi.

Juga karena Indonesia memiliki sumber daya alam yang berlimpah, termasuk minyak, gas, batubara, dan komoditas lainnya. Tentu saja pengelolaan yang bijaksana dari sumber daya ini dapat menjadi sumber daya kekuatan ekonomi dan memberikan kemandirian energi.

Adsense

Dalam relevansi pergeseran geopolitik ke Asia Timur pula, Indonesia telah memainkan peran penting dalam diplomasi regional dan global, khususnya melalui peran aktifnya di ­ASEAN. Maka upaya diplomasi ini mencerminkan kekuatan Indo­nesia dalam memengaruhi kebijakan, dan membentuk hu­bungan dengan negara-negara besar dan organisasi internasional.

Baca juga : Implementasi ASOCA Menuju Pemilu Transparan

Selain itu menjalin hu­bungan dengan mitra strategis ­selalu dirayakan, yang membuat hu­bungan Indonesia dengan ­negara-negara besar seperti Amerika Serikat, China, dan Jepang menjadi faktor penting pula. Dengan demikian posisi tawar Indonesia dalam hu­bungan ini dapat memengaruhi cara menjaga kemandirian dan kepentingan nasionalnya.

Kemudian terhadap faktor kemampuan militer, di mana kekuatan militer adalah aspek penting dalam kemandirian dan kekuatan suatu negara. Untuk itu Indonesia memiliki angkatan bersenjata yang besar, dan berkelanjutan memodernisasi militer dalam upaya untuk memperkuat kemampuan pertahanan nasional dalam menghadapi pergeseran geopolitik.

Maka dalam perspektif geopolitik Indonesia, pergeseran geopolitik ke arah Asia Timur dan Asia Tenggara –bagaimanapun-- memiliki implikasi yang signifikan. Indonesia, sebagai negara terbesar di Asia ­Tenggara dan salah satu anggota ASEAN, memainkan peran kunci dalam dinamika geopolitik regional dan global. Indonesia juga ­menjalin hubungan dengan berbagai ­negara dan organisasi internasio­nal. Selain ASEAN, Indonesia pun terlibat dalam ­organisasi seperti G20, dan negara ke­pulauan ini mempertahankan hubungan bilateral yang kuat dengan sejumlah negara besar.

Termasuk juga dalam membina hubungan Indonesia ­dengan China, hal ini juga menjadi aspek penting dalam geopolitik regional. Maka Indonesia menjalin hubungan ekonomi yang kuat dengan China, di mana negara ini juga memiliki kepentingan dalam mempertahankan kedaulatannya dan mengamankan hak-haknya di Laut China Selatan.

Baca juga : Mewaspadai Serangan Siber Dalam Geopolitik

Hubungan yang harmonis juga dijalin Indonesia terhadap Amerika Serikat. Bagaimanapun juga Indonesia menjaga hubungan yang penting dengan Amerika Serikat. Kerja sama antara kedua negara melibatkan berbagai bidang, termasuk keamanan, ekonomi, dan budaya. Amerika Serikat menganggap Indonesia sebagai mitra strategis di Asia Tenggara.

Maka dalam pergeseran geopolitik yang berlangsung saat ini, Indonesia memiliki potensi besar untuk memainkan peran penting dalam geopolitik regional dan global. Ini menjadi tantangan dari pekerjaan yang wajib dilakukan guna mem­pertahankan kemandirian ekonomi, kedaulatan maritim, dan peran aktif dalam diplomasi. Soalnya semua ini menjadi faktor kunci dalam memanfaatkan peluang dalam menghadapi tantangan dalam pergeseran geopolitik ini.

Untuk itu Indonesia harus terus bekerja keras menjaga kemandirian dan kekuatannya, sambil memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh pergeseran geopolitik ke arah Asia Timur dan Asia Tenggara. Ini adalah tugas yang tidak mudah, tetapi dengan strategi yang bijaksana dan kolaborasi yang efektif ­dengan mitra regional dan global, Indonesia dapat menjalani peran yang lebih besar dalam membentuk masa depan geopolitik yang dinamis ini.

Akhirnya, harus diingat pula bahwa pergeseran geopolitik tak pelak lagi dapat memicu persaingan antarnegara, konflik, atau pun perubahan dalam aliansi politik dan ekonomi. Contoh-contoh pergeseran geopolitik dalam sejarah mencakup Perang Dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet, serta pergeseran kekuatan ekonomi dari Barat ke Timur dalam beberapa dekade terakhir, terutama dengan perkembangan ekonomi China. Maka di sinilah pergeseran geopolitik begitu kompleks, dan berdampak besar pada dunia saat ini.

Baca juga : Perang Ideologi Dalam Era Globalisasi

Prof. Dr. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS, adalah mantan Gubernur Lemhannas RI.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense