BREAKING NEWS
 

Teologi Lingkungan Hidup (95)

Belajar dari Ekosistem Unta (2)

Rabu, 27 Desember 2023 05:54 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Opitz yang didukung oleh kalangan ilmuan muslim berpendapat bahwa bencana kaum tsamud tidak lain adalah sejenis epidemi yang dangat dasyat, diduga berasal dari daging unta miisterius yang dagingnya dimakan oleh mereka. Menurutnya, jenis epidemi yang menyerang kaum tsamud adalah sejenis typhus exanthematicus, yang bermula dari keracunan disertai lautan darah dan kerusakan pembuluh darah, yang menyebabkan penyakit kuning (icterus) dan selanjutnya menyebabkan pendarahan pada seluruh bagian kulit, dan pada hari ketiga, menjadi hitam warnanya karena sudah menyerang empedu yang mengeluarkan zat wartna hitam. Dan pada penghujung haru ketiga virus ganas itu juga menyerang telinga, yang selanjutnya dirasakan oleh si penderita bagaikan bunyi yang teramat dasyat serta jantung yang tekoyak-koyak sebagai akibat pendarahan yang hebat dalam otot jantung.

Pada saat yang bersamaan virus ganas itu menyerang gendang-gendang telinga sehingga mereka bagaikan mendengar sebuah bunyi yang amat dasyat, sesudah itu mereka mati bergelimpangan.

Baca juga : Belajar dari Ekosistem Unta (1)

Dr. Ahmad Ramali berpendapat bahwa jenis virus tersebut adalah sejenis anthrax (antrhrax-seaptic-heimia), sebagai akibat daging hewan yang sudah ditulari anthrax menyebabkan orang-orang beramai-ramai terkena bisa daging dan septivhaemia.

Kemungkinan lain menurut Ahmaf Ramali ialah sejenis sampar, yakni, pestis  haemorrhagica yang ditularkan oleh unta tersebut. Kisah ini memberikan pelajaran berharga buat kita bahwa penularan virus binatang kepada manusia dimungkinkan terjadi, bahkan bisa sangat fatal seperti ditunjukkan dalam Al-Qur’an di atas.

Baca juga : Kecerdasan Burung Hud-hud (2)

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak edisi Rabu, 27 Desember 2023 dengan judul "Teologi Lingkungan Hidup (95) Belajar dari Ekosistem Unta (2)"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense